Headline

Opini

PADANG

Sports

Ini Dia Strategi Jitu Pemerintah Hasilkan Rp 3,71 T untuk Negara

          Ini Dia Strategi Jitu Pemerintah Hasilkan Rp 3,71 T untuk Negara

Ini Dia Strategi Jitu Pemerintah Hasilkan Rp 3,71 T untuk Negara
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa pemerintah menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari aktivitas perikanan pada program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Maluku mencapai Rp 3,71 triliun. 


Potensi penyerapan tenaga kerja untuk industri perikanan pada program itu diperkirakan mencapai lebih 5.500 orang. 


Hal itu disampaikan Trenggono dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Rabu, 28 Juli 2021. 


“Jika keseluruhan ini kita implementasikan, akan ada penerimaan negara sekitar Rp 3,7 triliun per tahun dari wilayah Maluku. Jadi, artinya LIN ini sangat proven,” ujarnya. 


Menurut Trenggono, penangkapan dan pengelolaan perikanan di Maluku akan dilakukan berbasis pada kuota. 


“Kapal-kapal penangkap juga harus mendaratkan hasil tangkapan di pelabuhan yang sudah ditentukan KKP. Ada delapan pelabuhan perikanan yang akan mendukung peran Pelabuhan Ambon New Port,” ungkapnya. 


Trenggono mengatakan bahwa Pelabuhan Ambon New Port juga akan menjadi pintu gerbang ekspor produk perikanan yang dihasilkan di kawasan LIN. 


Sementara itu, untuk memenuhi pasar domestik, akan disiapkan kapal kontainer berpendingin sebagai pengangkut hasil perikanan dari pelabuhan yang ada di sekitaran LIN menuju wilayah tujuan.


Skema tersebut juga bertujuan untuk mendukung program tol laut yang digaungkan pemerintah. 


“Suplai domestik harus diangkut menggunakan kontainer dingin, sehingga program pemerintah untuk menjalankan tol laut bisa berjalan dengan baik,” kata Trenggono. 


Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperkuat sistem pengendalian dan pengawasan ruang laut dengan menggunakan teknologi berbasis satelit. 


Sistem itu akan memantau pergerakan kapal penangkap sekaligus memonitor stok ikan, tumpahan minyak, kondisi terumbu karang, serta kawasan budidaya di wilayah pesisir. 


“Jadi ke depannya tak boleh nangkapnya di sekitaran Ambon, lalu dibawa langsung ke Pulau Jawa,” papar Trenggono.


Source: GenPI.co

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...