Headline

Opini

PADANG

Sports

Rocky Gerung Komentari Intelijen di Isu ‘Jokowi End Game’, Ferdinand Hutahaean: Tidak Bisa Modal Danga-dungu

          Rocky Gerung Komentari Intelijen di Isu ‘Jokowi End Game’, Ferdinand Hutahaean: Tidak Bisa Modal Danga-dungu

Rocky Gerung Komentari Intelijen di Isu ‘Jokowi End Game’, Ferdinand Hutahaean: Tidak Bisa Modal Danga-dungu
BENTENGSUMBAR.COM - Politisi Ferdinand Hutahaean baru saja menanggapi komentar Rocky Gerung terkait polemik “Jokowi End Game” yang sempat viral akhir-akhir ini.


Dalam tanggapannya, Ferdinand Hutahaean menyebutkan jika Rocky Gerung tidak memiliki kapasitas untuk memberi komentar terkait kinerja intelijen.


Bahkan dengan pedas, Ferdinand Hutahaean menyebutkan jika Rocky Gerung tidak memiliki modal apa-apa untuk ikut berkomentar terkait intelijen negara.


Tanggapan pedas tersebut disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean dalam cuitan akun Twitter @FerdinandHaean3 pada 27 Juli 2021.


“Mengomentari intelijen itu tidak bisa dengan bermodal danga-dungu,” tulis Ferdinand Hutahaean seperti dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Twitter @FerdinandHaean3.


Selanjutnya, Ferdinand Hutahaean menyampaikan bahwa gagalnya aksi “Jokowi End Game” adalah semata-mata karena kinerja intelijen negara yang baik.


“Andai RG (Rocky Gerung) tahu bahwa gagalnya aksi itu adalah salah satunya karena kerja intelijen,” ungkap Ferdinand.


Walaupun sempat diberitakan bahwa ribuan aparat telah dikerahkan guna pengamanan aksi “Jokowi End Game” yang semi pendemo itu.


Namun, Ferdinand Hutahaean menyebutkan jika intelijen negara tidak sedang kena prank.


Justru karena kinerja intelijen yang baik, akhirnya pendemo "Jokowi End Game" tidak berani muncul ke permukaan sehingga aksi tersebut gagal total.


“Jadi intel tidak kena prank, justru mereka berhasil dalam operasinya hingga dalangnya menciut,” tutur Ferdinand Hutahaean.


Terkait kasus “Jokowi End Game”, Rocky Gerung menyebutkan jika intelijen negara tidak bekerja dengan baik.


Bahkan menurutnya, dampak dari masalh ini bisa saja kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan berkurang.


Dia juga menyebutkan bahwa intelijen Indonesia belum cukup mampu bersaing dengan negara lain karena masih terkena prank pamflet yang beredar di sosial media.


Source: tasikmalaya.pikiran-rakyat.com

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...