Headline

Opini

PADANG

Sports

Covid-19 DKI Turun, Anies Baswedan Kena Sindir Netizen: Kerjaan Pemerintah Pusat Dia Klaim Kerjanya

          Covid-19 DKI Turun, Anies Baswedan Kena Sindir Netizen: Kerjaan Pemerintah Pusat Dia Klaim Kerjanya

Covid-19 DKI Turun, Anies Baswedan Kena Sindir Netizen: Kerjaan Pemerintah Pusat Dia Klaim Kerjanya
BENTENGSUMBAR.COM - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menyebut kasus Covid-19 di Ibu Kota berhasil turun menuai perhatian publik khususnya warganet di media sosial.


Salah seorang netizen pengguna Twitter Andiadi_, menilai saat kasus Covid-19 di DKI tinggi Anies Baswedan malah sibuk urus peti mati dan bolak-balik ke kuburan.


Sementara penanganan Covid-19 ketika itu, kata sang netizen, diambil alih Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.


Selain itu, menurut sang netizen, tingginya kasus Covid-19 di DKI juga membuat Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ikut turun tangan.


“Saat kasus tinggi. Presiden turun tangan. Pak Luhut turun tangan. Pak Erick Thohir turun tangan. Pak Menkes turun tangan. Polri, TNI dan BIN turun tangan. Anies sibuk urus peti mati dan bolak-balik ke kuburan,” cuit netizen Andiadi_.


Namun, lanjut sang netizen, saat kasus Covid-19 di DKI Jakarta turun Anies Baswedan malah mengklaim bahwa hal itu merupakan hasil kerjanya.


“Saat kasus turun. Anies tampil paling depan semua Krn dia. Gub Aasuu!,” geramnya.


Dalam cuitannya itu, netizen tersebut juga menyertakan sebuah video yang menyindir Anies Baswedan terkait kasus Covid-19 di DKI turun.


“Anies nongol lagi setelah positivity rate Covid-19 DKI berhasil diturunkan oleh Pemerintah Pusat,” demikian narasi tertulis dalam video itu.


Menurut narasi video tersebut, saat angka kasus Covid-19 di DKI sedang tinggi Anies malah memilih ke kuburan daripada ke rumah sakit atau memastikan ketersediaan oksigen untuk pasien Covid-19.


Sedangkan hal-hal yang harusnya dilakukan oleh mantan Mendikbud RI itu malah akhirnya dikerjakan oleh Pemerintah Pusat.


“Saat angka positif Covid di Jakarta sedang tinggi, Anies lebih memilih ke kuburan daripada ke rumah sakit atau memastikan persediaan oksigen. Sementara hal yang mestinya dilakukan Anies, akhirnya dilakukan Pemerintah Pusat,” tulis narasi video tersebut.


Adapun sejumlah hal yang dikerjakan Pemerintah Pusat untuk menekan kasus Covid-19 di Ibu Kota RI tersebut yakni di antaranya Menteri Luhut mengkoordinir penanganan Covid-19 di Jawa Bali dan di Jakarta pada khususnya.


Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan ketersediaan oksigen dan Menteri Kesehatan memastikan tersedianya obat-obatan untuk pasien Covid-19 di DKI.


“Menteri Luhut mengkoordinir penanganan Covid-19 di Jawa Bali serta Jakarta khususnya. Menteri Erick Thohir memastikan ketersediaan oksigen dan Menkes memastikan ketersediaan obat-obatan, dan Presiden memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan dengan menambah rumah sakit,” ungkapnya.


Akan tetapi, menurut narasi video itu, ketika kasus Covid-19 di DKI mulai menurun Anies Baswedan mendadak melakukan konferensi pers dan mengklaim bahwa dirinya berhasil menurunkan kasus positif Corona di wilayahnya.


“Di saat positif rate Covid-19 mulai menurun, Anies tiba-tiba melakukan konferensi pers. Seperti biasa, Anies mengklaim dirinya berhasil menurunkan angka positif rate Covid-19,” tuturnya.


Lantaran hal itu, Anies Baswedan pun dinilai beruntung karena menjadi gubernur di Ibu Kota RI di mana kerjaan Pemerintah Pusat bisa ia klaim sebagai hasil kerjanya.


“Duh Gubernur beruntung banget jadi gubernur di Ibu Kota Negara. Kerjaan Pemerintah Pusat bisa dia klaim sebagai kerjanya,” tulisnya.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...