Headline

Opini

SOROT

Sports

Sebanyak 228 TKA Berdatangan di Sulsel, Terbanyak dari China

          Sebanyak 228 TKA Berdatangan di Sulsel, Terbanyak dari China

Sebanyak 228 TKA Berdatangan di Sulsel, Terbanyak dari China
BENTENGSUMBAR.COM - Sebanyak 228 Tenaga Kerja Asing (TKA) diketahui telah masuk ke Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam kurun waktu sekitar sebulan terakhir. Dari jumlah tersebut, TKA terbanyak berasal dari China. 


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sulsel, Darmawan Bintang mengungkapkan, sejak 1 sampai 24 Juni 2021, sudah ada 228 orang TKA dari berbagai negara yang masuk ke Sulsel. 


Dari 228 TKA itu, ada sebanyak 146 TKA dari China. Mereka masuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan tersebar di beberapa perusahaan di Sulsel. 


“Jadi sudah ada 228 TKA dari berbagai negara yang sudah berdatangan ke Sulsel yakni dari Vietnam, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Amerika, dan China. Memang TKA yang terbesar dari Cina yakni 146 orang yang datang dan tersebar di beberapa perusahaan di Sulsel, seperti di perusahaan smelter PT Huadi Nickel Alloy di Kabupaten Bantaeng, Pembangkit Listrik di Kabupaten Jeneponto, PT Vale di Luwu Timur, dan ada juga di Kota Makassar,” ungkapnya.


Darmawan merinci, 146 TKA China yang berdatangan ini terbagi dari tiga gelombang


Gelombang pertama datang tanggal 9 Juni 2021, kemudian gelombang kedua datang pada tanggal 17 Juni 2021. Lalu gelombang ketiga pada 3 Juli 2021, sebanyak 20 orang TKA di tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. 


“Terkait 146 TKA Cina yang berdatangan ke Sulsel itu baru akan diklarifikasi besok ke perusahaan tempatnya bekerja, apakah memang langsung dari China ataukah sudah lama berada di Indonesia. Termasuk kita akan berkoordinasi dengan pemerintah tempat di Kabupaten Bantaeng. Tapi saya tahunya, mereka sudah dikarantina di Jakarta sebelum didatangkan ke Sulsel,” terangnya.


Darmawan menambahkan, 146 TKA asal China ini bukan hanya datang bekerja di satu perusahaan saja, namun mereka bekerja di beberapa perusahaan yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sulsel. 


“Yang mengetahui pergerakan TKA ini dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau sudah masuk, pihak Imigrasi akan melihat dokumen-dokumennya,” tuturnya. 


Darmawan menambahkan, TKA yang terus berdatangan masuk ke Sulsel ini menjadi sorotan karena masa pandemi Covid-19. 


Apalagi kedatangan mereka saat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. 


Namun, pihak Disnakertrans Sumsel memastikan, mereka ssudah melalui proses skrining di bandara dan karantina sebelum masuk ke Sulsel. 


Source: Kompas.com

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...