Headline

Opini

SOROT

Sports

Sebut Jokowi Presiden Rasis, Pigai: Pantas Orang Papua Benci Suku Jawa

          Sebut Jokowi Presiden Rasis, Pigai: Pantas Orang Papua Benci Suku Jawa

Sebut Jokowi Presiden Rasis, Pigai: Pantas Orang Papua Benci Suku Jawa
BENTENGSUMBAR.COM - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) asal Papua, Natalius Pigai mengaku kesal dengan pernyataan Mensos Risma terkait tanah kelahirannya. Bahkan, rasa kesal tersebut semakin menjadi-jadi saat Presiden Jokowi seakan diam dan tak mengambil sikap dengan memberinya teguran.


Melalui keterangan resminya, Pigai menuding, Presiden Jokowi mendukung berbagai aksi rasial yang menguntungkan atau meninggikan kelompoknya. Itulah mengapa, Pigai beranggapan, rasisme seperti tumbuh subur di tubuh pemerintahan.


“Otak-otak rasis ini masih dipelihara, beri jabatan dan kekuasaan. Sementara Jokowi selalu diam atau dia juga pendukung rasisme. Entahlah,” ujar Natalius Pigai, dikutip dari Genpi, Jumat 16 Juli 2021.


“Rasis Risma seideologi dengan PDIP dan Jokowi. Ideologi mereka adalah ideologi kebencian dan rasialisme dan apartheid,” lanjutnya.


Kenyataan tersebut membuat Pigai mengingatkan, jangan kaget seandainya masyarakat Papua marah dan membenci orang-orang berdarah Jawa. Bahkan, menurutnya, tak mengherankan jika akhirnya OPM (Organisasi Papua Merdeka) berniat membunuh ‘golongan’ mereka di Bumi Cendrawasih tersebut.


“Harap maklum kalau orang Papua benci suku orang Jawa sampai OPM ancam bunuh orang Jawa di Papua,” tegasnya.


Lebih jauh, Pigai menambahkan, hingga sekarang, pemerintah terkesan diam menghadapi fenomena rasisme di Indonesia. Bahkan, menurutnya, kesamaan latar belakang—yakni suku Jawa—membuat mereka seakan-akan cuek terhadap konflik rasial tersebut.


“Sementara Jokowi selalu diam atau dia juga pendukung rasisme? Konflik di Papua itu konflik rasialisme dan itu sudah lama dipelihara kekuasaan di Jawa,” tuturnya.


Kasus Mensos Risma dan sederet kekacauan lain yang menyeret Papua membuat Pigai semakin yakin, pemerintah tak pernah berpihak terhadap masyarakat setempat. Lebih lagi, asumsi tersebut semakin kuat, lantaran di kursi kabinet tak ada satupun yang berasal dari Papua.


“Ideologi mereka adalah ideologi kebencian dan rasialisme dan aparteit. Lihat saja kabinet Jokowi Putra Papua tidak ada, Itu Rasis dan apartheid,” tuturnya.


Alih-alih merangkul Papua, menurutnya, pemerintah justru lebih senang ‘merampok’ dan menghabisi kekayaan alam di sana. Imbasnya, hanya orang-orang Jawa saja yang menikmati segalanya. Sementara orang Papua hanya berlindung di balik penderitaan.


“Emas, perak, uranium, plutonium kau rampok terus, bikin gedung-gedung pencakar langit dilapisi emas, jembatan tanpa sungai melintasi metropolitan Jawa,” kata dia.


Meski Papua terus-terusan direndahkan dan kekayaan alamnya tak henti-hentinya dikeruk, namun Pigai mengingatkan, bahwa harkat dan martabat suku setempat tak akan pernah bisa mereka rampok.


Source: Hops.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...