Headline

Opini

PADANG

Sports

Sebut Sudah Hancur Negeri Ini, Guru Besar UI: Sekarang Enggak Ada yang Takut dengan Jenderal Ketoprak

          Sebut Sudah Hancur Negeri Ini, Guru Besar UI: Sekarang Enggak Ada yang Takut dengan Jenderal Ketoprak

Sebut Sudah Hancur Negeri Ini, Guru Besar UI: Sekarang Enggak Ada yang Takut dengan Jenderal Ketoprak
BENTENGSUMBAR.COM - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Ronnie Higuchi Rusli, MS PhD prihatin dengan kondisi di tanah air saat ini.


Terlebih, adanya penjarahan besar-besaran kawasan Zona Tangkap dan Budidaya Nelayan di Ujung Parittiga, baru-baru ini.


Mantan pejabat eselon I Kementrian Maritim menyebutkan kondisinya berbeda saat Rizal Ramli menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya.


"Berbeda waktu Pak @RamliRizal Menko Maritim dan Sumber Daya, saya datang sendiri ke Propinsi Babel tdk ada penjarahan, semua dibakar oleh Bupati Basel, dan segan dengan Pak Rizal Ramli," ujarnya pada akun Twitter @Ronnie_Rusli, Jumat, 30 Juli 2021.


Namun saat ini kondisinya berubah total. Aksi penjarahan kembali marak.


"Sekarang gak ada yg takut dengan Jend Ketoprak," ujarnya.


Ia pun memprediksi penjarahan di sejumlah daerah menjadi kian masif.


"Akan cepat muncul nanti di daerah2 seluruh Indonesia penjarahan oleh rakyat setempat terhadap tambang SDA dan hasil2 bumi di daerah mereka masing2 sebagai wujut kepemilikan anak daerah daripada habis diambil elit2 yg berkuasa di Jakarta," katanya.


Ia pun mengungkapkan kesedihannya dengan masalah yang melanda negeri ini.


"Just one sentence: Sudah hancur negeri ini," tandasnya.


Sebelumnya, hamparan ponton tambang liar yang jumlahnya diperkirakan ratusan unit memadati Perairan Teluk Kelabat Wilayah Pantai Tanjung Ru, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Jumat, 30 Juli 2021.


Wilayah pesisir paling ujung dari Kecamatan Parittiga ini sudah jelas berkali-kali dirazia dan dinyatakan sebagai zero tambang berdasarkan Perda RZWP3K.


Kawasan ini sebagai zona tangkap dan budidaya untuk nelayan terkangkangi oleh aktivitas liar dan ilegal yang seolah tidak ada satu pihakpun yang mampu menertibkannya.


Situasi dan kondisi ini sudah dibahas di Pemkab Bangka Barat, hingga ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Provinsi Bangka Belitung, lagi-lagi kawasan ini ditegaskan sebagai zero tambang untuk segera dibersihkan dari aktivitas tambang liar dan ilegal.


Tampaknya penertiban yang pernah dilakukan, dan pembahasan untuk bersih dari aktivitas tambang liar tidak mampu menghentikan sebuah 'kekuatan besar' yang berada di balik aktivitas ilegal tersebut.


Source: Galamedia

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...