Headline

Opini

PADANG

Sports

Baliho Puan Maharani Jadi Pro-Kontra, Kader PDI Perjuangan Masinton Pasaribu Tanggapi Santai

          Baliho Puan Maharani Jadi Pro-Kontra, Kader PDI Perjuangan Masinton Pasaribu Tanggapi Santai
Baliho Puan Maharani Jadi Pro-Kontra, Kader PDI Perjuangan Masinton Pasaribu Tanggapi Santai.
BENTENGSUMBAR.COM - Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani belakangan memancing pro dan kontra di tengah masyarakat. Salah satu opini yang naik ke permukaan adalah baliho tersebut dianggap kontraproduktif dengan situasi pandemi sekarang ini.

Menanggapi hal tersebut, Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menganggap bahwa pro dan kontra itu sebenarnya biasa saja. "Kita ga bisa pungkiri pasti ada saja yang nyinyir. Netizen itu kan ada juga yang terorganisir buzzer," katanya ketika dihubungi lewat sambungan telepon pada Selasa, 3 Agustus 2021.

"Bikin apapun itu pasti ada pro dan kontra. (Politisi) yang lain juga bikin tapi nggak dipersoalkan orang. Tokoh-tokoh lain kan pada bikin juga. Ketua umum partai atau tokoh-tokoh lain juga bikin tapi ga ada yang persoalkan," ujar Masinton.

Menurut Masinton, opini tentang baliho Puan Maharani yang beredar tersebut memiliki sisi positif. Itu membuktikan bahwa nama Puan Maharani diperhitungkan di tengah masyarakat.

Sebelumnya, pemasang baliho Puan Maharani oleh kader PDI Perjuangan ini sempat mendapatkan komentar miring dari Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer. Menurut Noel, panggilan akrabnya, uang yang digunakan untuk baliho itu sebaiknya disumbangkan.

Noel juga meminta elit PDI Perjuangan untuk mendanai pelayanan kesehatan, seperti memberikan obat-obatan pada warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Noel pun beropini agar dana ini dibelikan paket sembako atau membantu masyarakat yang sedang kesusahan.

Menurut Masinton, sebenarnya pemasangan baliho dan melakukan aktivitas sosial adalah dua perkara yang berbeda. Pemasangan baliho bisa berjalan tanpa mengurangi prioritas utama dalam membantu masyarakat.

"Bikin baliho kan bukan berarti sumbangan berhenti, membantu warga berhenti. Bikin billboard segala macam, kan tidak menghentikan kegiatan kita membantu masyarakat. Keduanya paralel berjalan. Kegiatan kepartaian juga, (seperti) vaksinasi, dapur umum, segala macam masih berjalan," ujar Masinton.

Selama Pandemi Covid-19, aktivitas sosial PDI Perjuangan sendiri memang cukup banyak tersebar di berbagai daerah Indonesia. Di Jakarta saja, ada lima dapur umum yang menyediakan paket makanan pada pasien isoman. Paket itu dikirim menggunakan jasa ojek online dengan mematuhi standar protokol kesehatan ketat.

Partai Banteng ini juga aktif membantu percepatan vaksinasi nasional dengan menyelenggarakan vaksin gratis. Salah satunya di Kantor Sekretariat PAC PDI Perjuangan di Kecamatan Pademangan yang dilakukan pada Juni 2021 lalu.

Di samping itu, sebanyak tujuh anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan juga secara solid sepakat tidak mengambil satu bulan gajinya. Uang itu akan dikumpulkan menjadi dana yang membiayai kegiatan sosial dan kemanusiaan di daerahnya.

"Memasang billboard dan membantu masyarakat tetap berjalan. (Bantuan) Saya tetap berjalan di dapil," kata Masinton.

Masinton memandang, pemasangan baliho sebenarnya sah-sah saja. Malah, mendatangkan keuntungan dari sisi perekonomian, khususnya bagi perusahaan penyelenggara iklan luar ruangan ini.

"Ada putaran, yang tadinya billboardnya kosong kemudian diisi. Perusahaan-perusahaan itu juga punya karyawan. Karyawan itu juga adalah rakyat, rakyat kecil juga. Jadi nggak ada yang salah," ujar Masinton.

Dalam beberapa kasus, pemasangan baliho sebagai kampanye politik dinilai memberikan dampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif. Pengusaha baliho mendapatkan keuntungan dalam situasi pandemi saat ini. Pasalnya, memang sektor ekonomi kreatif termasuk sektor yang memang terpukul telak di tengah Pandemi Covid-19.

Masinton menambahkan bahwa media baliho yang digunakan juga bisa menjadi sarana alat bantu komunikasi publik. Terlebih, ada muatan pesan moral dan pesan sosial di dalamnya. Baliho tersebut juga bisa menjadi media pengingat masyarakat karena mengandung pesan sosial tentang menaati protokol kesehatan hingga menjaga daya tahan tubuh.

“Yang penting ditambah pesan sosial dan pesan moral relevan di situasi saat ini. Umpama ngomong tentang Covid-19, disiplin prokes, seruan begitu kan bagus,” kata Masinton.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...