Headline

Opini

PADANG

Sports

Covid-19 Banyak Merenggut Warga Usia Produktif, Puan Maharani: Jangan Ada Darurat Generasi Muda

          Covid-19 Banyak Merenggut Warga Usia Produktif, Puan Maharani: Jangan Ada Darurat Generasi Muda
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani menyoroti tragedi korban Covid-19 di Indonesia yang didominasi oleh masyarakat usia produktif. Puan mengimbau jangan sampai pandemi ini mengikis demografi kelompok muda di Tanah Air.

"Ini adalah sebuah tragedi, di mana mereka yang berusia produktif seharusnya masih bisa mengembangkan diri, mengejar mimpi, harus dipotong oleh pandemi. Tragedi ini harus segera diakhiri sebelum demografi usia produktif menyusut," kata Puan dalam keterangan persnya pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19, sebanyak 36,7 persen populasi Indonesia usia 46-59 tahun meninggal dunia karena Covid-19. Sementara itu, virus corona juga memakan korban dari usia 31-45 tahun sebanyak 12,7 persen.

Angka tersebut meningkat dari jumlah sebelumnya seiring dengan lonjakan Covid-19 belakangan ini. Peningkatan kasus positif Covid-19 belakang ini sendiri disebabkan oleh merebaknya varian delta di Tanah Air.

Data juga mencatat ada kenaikan signifikan pada rentang usia muda ini per Juni ke Juli 2021. Tercatat sebanyak 13.000 orang dari kelompok usia 46-59 tahun meninggal dalam satu bulan tersebut, padahal sebelumnya hanya ada 2.500 orang. Pada rentang waktu tersebut juga, angka kematian kelompok usia 31-45 tahun menjadi 5.159 orang, yang sebelumnya hanya 964 kematian.

Menurut Puan, kehilangan generasi usia produktif yang signifikan dapat menciptakan kegentingan demografi. Indonesia bisa kekurangan tenaga kerja yang dapat menimbulkan dampak negatif pada perekonomian negeri.

Seperti di Jepang misalnya. Negara Matahari Terbit itu memiliki demografi anak muda yang mengerucut. Sementara itu, populasi orang tua terus bertambah besar. Mau tak mau, negara mengambil langkah mengisi kekosongan tenaga kerja dengan mempekerjakan imigran dalam jumlah yang banyak.

Sejak 2010 hingga 2015, populasi Jepang berkurang hampir satu juta orang. Malah pada tahun 2017, jumlah penduduk negara itu berkurang 227 ribu orang. Sementara itu, jumlah penduduk berusia di atas 65 tahun terus menanjak hingga 27 persen, dan diperkirakan akan terus naik hingga 2050.

"Kehilangan masyarakat usia produktif adalah persoalan yang pelik dan rumit penyelesaiannya. Maka dari itu yang bisa kita lakukan adalah antisipasi sebelum korban Covid-19 terus bergulir dan merenggut nyawa masyarakat Indonesia," kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Puan turut pula memperhatikan potensi dari mereka yang terpapar Covid-19 akan menderita sindrom Long Covid-19. Sindrom itu membuat penyintas sulit untuk bisa pulih seperti sedia kala sebelum terkena virus corona.

Masalahnya, Long Covid-19 dapat mengurangi kemampuan fisik penyintas Covid-19. Ada kemungkinan pula muncul keterbatasan untuk mereka menggali potensi dan kemampuannya secara optimal.

Oleh karena itu, harus ada langkah efektif untuk dapat memulihkan masyarakat yang pernah terkena Covid-19. Baik itu secara edukatif dan langkah bersama tentang cara-cara hidup sehat yang dimulai oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sekaligus Dinas Kesehatan per daerah.

“Masyarakat adalah roda dan tulang punggung negara. Sebuah bangsa bisa maju karena warganya bergerak, mendorong kemajuan sosial, budaya, dan perekonomian. Makanya, negara juga harus hadir dan berperan aktif untuk menjaga rakyatnya,” ujar Puan.

Puan meminta pemerintah segera bersinergi agar lonjakan Covid-19 ini dapat segera turun secara signifikan. Kebijakan tegas patut segera diambil untuk mensejahterakan masyarakat selama pandemi Covid-19. Selain itu juga terus memacu program vaksinasi nasional agar berjalan merata dan terealisasi secepatnya.

Bersamaan dengan itu, Puan pun meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, baik untuk diri sendiri dan keluarga. Menekan virus corona diperlukan juga warga yang proaktif menegakkan aturan dan merapatkan barisan untuk kompak dalam menjaga kesehatan.

“Pandemi Covid-19 adalah waktunya kita solid, antara pemerintah dan rakyat satu suara saling mendukung dan menguatkan protokol kesehatan untuk menekan lonjakan Covid-19,” ujar Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...