Headline

Opini

PADANG

Sports

Demokrat Ultimatum Jokowi Agar Bubarkan BuzzeRP, Ferdinand Meradang, Singgung Anti Demokrasi

          Demokrat Ultimatum Jokowi Agar Bubarkan BuzzeRP, Ferdinand Meradang, Singgung Anti Demokrasi
Demokrat Ultimatum Jokowi Agar Bubarkan BuzzeRP, Ferdinand Meradang, Singgung Anti Demokrasi.

Demokrat Ultimatum Jokowi Agar Bubarkan BuzzeRP, Ferdinand Meradang, Singgung Anti Demokrasi
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi ultimatum politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana ke Presiden Jokowi agar membubarkan BuzzeRp. 


Bagi Ferdinand, ultimatum politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana tersebut makin ngawur. 


Pasalnya, kata Ferdinand, Buzzer merupakan orang perorang yang menyatu tanpa organisasi. 


Menurut Ferdinand, mereka menyatu karena disatukan satu kepentingan, yaitu membela negara. 


Sehingga, ultimatum politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana dinilai Ferdinand membungkam semua orang. 


"Ini bukan makin galak tapi makin ngawur..! Buzzer itu orang perorang yg menyatu tanpa organisasi. Mereka menyatu karena disatukan satu kepentingan MEMBELA NEGARA. Menyuruh membubarkan itu artinya membungkam semua orang, masa Demokrat anti Demokrasi?," cuit pria yang akrab disapa FH ini melalui akun twitternya, @FerdinandHaean3 pada Selasa, 3 Agustus 2021, seperti dilihat BentengSumbar.com


Sebelumnya, politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membubarkan buzzeRp atau pendengung jika ingin rakyat bersatu.


Hal tersebut ia sampaikan dalam akun Twitternya, @Panca66, seperti dilihat Senin, 2 Agustus 2021.


“Bubarkan dulu buzzeRp kalau mau ngajak rakyat bersatu,” cuitnya.


Ia mengatakan hal tersebut sebagai respons terhadap Presiden Jokowi yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu dalam upaya melawan pandemi Covid-19.  


Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka yang disiarkan secara daring pada Minggu, 1 Agustus 2021.


“Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan, merapatkan barisan, bahu-membahu melakukan ikhtiar lahir dan batin bersama-sama menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya, dikutip dari wartaekonomi.co.id.


Menurut Kepala Negara, doa bisa menjadi kekuatan hebat yang membangkitkan harapan.


“Sebagai bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, doa adalah senjata orang mukmin, penguat dan penyembuh sebagai kekuatan yang maha dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme,” katanya.


“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membuka jalan kita semua, meridohi dan memudahkan semua upaya dan langkah-langkah kita sampai mencapai kemenangan melawan pandemi Covid-19,” kata Jokowi.


(by)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...