Headline

Opini

PADANG

Sports

Kasus Kematian Covid-19 di Atas 100 Ribu, Puan Maharani: Tidak Bisa Ditoleransi

          Kasus Kematian Covid-19 di Atas 100 Ribu, Puan Maharani: Tidak Bisa Ditoleransi
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengungkapkan rasa belasungkawa atas kasus kematian Covid-19 yang saat ini sudah merenggut lebih dari 100.000 jiwa masyarakat Indonesia. Menurut Puan, peristiwa ini merupakan tragedi yang amat menyedihkan dan memberikan duka mendalam di tengah masyarakat Indonesia.

"Lonjakan Covid-19 ini harus segera ditekan dan tidak bisa ditoleransi lagi! Angka lebih dari seratus ribu bukan hanya sebuah statistik pandemi, tetapi putra-putri bangsa Indonesia yang direnggut masa waktunya terlalu cepat," ujar Puan dalam keterangan persnya.

Puan juga menambahkan bahwa di balik catatan angka kematian ini ada kepedihan mendalam dari keluarga, sahabat, dan kerabat atas kepergian orang-orang terkasih yang meninggal dunia. Mereka yang kebersamaannya harus terpotong tiba-tiba karena virus corona.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan ada sekitar 100.636 pasien Covid-19 yang meninggal dunia per Rabu, 4 Agustus. Seiring dengan angka kematian, kasus positif virus corona juga mengalami peningkatan.

Pada hari yang sama dilaporkan ada tambahan 35.867 kasus Covid-19 baru. Secara total, Indonesia mencapai 3.532.567 kasus sejak pandemi Covid-19 berlangsung di Maret tahun lalu.

Menurut Puan, penanganan khusus harus diambil untuk menekan angka kematian bersamaan dengan jumlah kasus positif. Pelayanan kesehatan pun sepatutnya ditingkatkan untuk menggenjot kesembuhan masyarakat.
 
"Kita harus fokuskan perhatian pada fasilitas kesehatan untuk membawa warga yang terpapar Covid-19 sembuh. Upaya maksimal dari segi fasilitas ditingkatkan, agar pekerjaan tenaga kesehatan (nakes) juga bisa dimudahkan," ujar Puan.

Menurut Puan, penguatan strategi 3T, testing, tracing, dan treatment harus terus dilakukan. Hal ini didorong dengan pemerataan vaksinasi nasional sebagai penguatan daya tahan tubuh masyarakat. Pasalnya, dalam menghalau Covid-19 yang dibutuhkan ada kekebalan komunal.

Fasilitas kesehatan pun sepatutnya terus ditingkatkan kualitas serta pelayanannya. Tidak hanya rumah sakit atau rumah sakit darurat, tetapi dari sendi terkecil, yaitu klinik dan puskesmas. Klinik dan puskesmas sendiri merupakan akses paling mudah yang dekat dengan lingkungan warga.

Menghadang angka kematian juga diperlukan pasokan obat-obatan, oksigen, ventilator, dan kebutuhan kesehatan lainnya yang memadai. Kebutuhan itu masuk ke dalam kebutuhan pokok saat ini untuk mereka yang memang sudah menjadi pasien Covid-19 atau masyarakat yang melakukan antisipasi.

Puan turut pula memandang bahwa insentif nakes juga harus segera dibayarkan sepenuhnya. Insentif ini bagi seluruh nakes di Tanah Air.

"Insentif nakes ini tidak boleh ditahan-tahan, apalagi dipotong pemberiannya. Tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk melindungi negeri," ujar Puan.

“Kasus kematian ini harus menjadi pelajaran dan dijadikan evaluasi atas penanganan Pandemi Covid-19 yang selama ini telah kita lakukan,” ujar Puan.

Puan juga meminta masyarakat untuk lebih ketat terhadap protokol kesehatan. Meski pun pandemi telah berlangsung hampir dua tahun lamanya, tetapi masih banyak korban yang berjatuhan. Pandemi ini belum usai.

“Saya memahami kita semua telah merindukan aktivitas seperti pada kondisi sebelum pandemi. Namun, bila korban masih banyak, pandemi ini belum usai. Kita masih harus menahan diri untuk menjaga kesehatan bersama,” kata Puan.

Puan juga mengimbau bahwa jangan sampai penularan virus Covid-19 terjadi karena kelalaian menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, virus Covid-19 yang sekarang tengah menyebar itu adalah varian Delta yang semakin ganas penularannya.

“Virus varian Delta ini untuk yang sudah menegakkan prokes saja masih bisa tertular, apalagi yang menolak pakai masker. Kita jangan ambil risiko karena korban sudah banyak. Mari jaga kesehatan diri untuk menjaga kesehatan bersama,” ujar Puan.

Puan juga turut mendoakan keluarga yang ditinggalkan korban Covid-19 untuk dapat diberikan kekuatan dan dilimpahi keberkahan dari Yang Maha Esa. 

“Semoga ada jalan untuk kita menjadi lebih kuat dan Indonesia segera keluar dari pandemi ini,” katanya.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...