Headline

Opini

PADANG

Sports

Kedekatan Puan Maharani dan Jokowi, Sering Kritik Pemerintah agar Lebih Maju

          Kedekatan Puan Maharani dan Jokowi, Sering Kritik Pemerintah agar Lebih Maju

Kedekatan Puan Maharani dan Jokowi, Sering Kritik Pemerintah agar Lebih Maju
BENTENGSUMBAR.COM - Jumat lalu Ketua DPR RI Puan Maharani bersama beberapa pimpinan lembaga tinggi negara lainnya, Jumat (27/8) bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Pertemuan tersebut membahas penanganan pandemi Covid-19.


Pada kesempatan tersebut, Puan Maharani meminta Jokowi untuk meningkatkan kinerja dalam hal penanganan pandemi Covid-19. 


“Pemerintah agar terus meningkatkan kinerjanya dalam penanganan pandemi, yang diperlihatkan melalui kebijakan yang solid, implementasi yang bersinergi, dan adanya holding statement yang sama,” kata Puan.


Di sana Puan menegaskan komitmen DPR untuk bersama-sama pemerintah bahu membahu dalam menangani pandemi Covid-19.


Melihat hal itu, banyak yang menilai kedekatan antara Presiden RI Jokowi dengan Puan Maharani.


Kedekatan antara Puan Maharani dan Jokowi dinilai erat. Pasalnya, beberapa kali kebijakan pemerintah dibicarakan dari dua tokoh ini.


Puan dinilai kerap mengkritik pemerintahan Jokowi yang sifatnya membangun. Sebagai contoh Puan beberapa minggu ini cukup aktif dalam mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk berkaitan dengan pandemi COVID-19.


Sebut saja, Puan yang mendesak pemerintah melakukan langkah konkret dengan membuat terobosan baru membangun RS lapangan dan mengaktifkan kapal RS TNI Angkatan Laut. Begitu juga membangun sistem perlindungan nakes.


“Kesehatan mental nakes merupakan isu yang vital dan mendesak untuk diperhatikan pemerintah. Dengan tekanan kerja yang begitu besar, para nakes membutuhkan perlindungan fisik dan mental lebih besar lagi dari hari-hari biasa mereka bekerja,” tutur Puan, Jumat (9/7).


Lalu pernyataan Puan soal kebijakan PPKM Darurat harus memberikan pemahaman yang konstruktif ke masyarakat, dan berdasarkan data dan fakta dalam memberikan kepastian ke publik.


Puan juga memperingatkan pemerintahan Jokowi untuk memperbaiki komunikasi publiknya. Sebab, banyaknya menteri yang bicara dinilainya membuat bingung masyarakat.


"Perbaiki komunikasi publik, termasuk kejelasan siapa yang pegang komando komunikasi ini, terutama terkait dengan keputusan pemerintah," ujar Puan.


“Kepastian dan kepercayaan kepada otoritas adalah dua hal yang sekarang semakin penting dan sangat dibutuhkan rakyat. Tumbuhkan dukungan rakyat dengan menjadi otoritas yang bisa dipercaya. Kalau rakyat percaya, program pemerintah akan otomatis diikuti,” lanjutnya.


Berani kritis


Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, meyakini Puan memiliki maksud dan tujuan tertentu. Ia melihat pesan politik yang coba disampaikan Puan adalah partai-partai politik, khususnya yang berkoalisi, agar ikut dilibatkan dalam mengeluarkan kebijakan pandemi COVID-19.


Namun, ia melihat sedikit keanehan karena yang dikritik Puan adalah Jokowi, yang tak lain juga merupakan kader PDIP.


"Pasti ada maksud dan tujuannya karena agak sumir, lucu, aneh gitu sesama teman partai mengkritik secara terbuka. Apa pun tujuannya, Puan adalah kader PDIP, orang penting, anaknya Megawati yang saat ini jadi Ketua DPR," ujar Adi.


"Kalau kritik presiden ada tujuannya. Satu, ini mungkin pesan politik jangan sampai keputusan politik pemerintah enggak dibicarakan di koalisi. Sekalipun Jokowi presiden, tidak serta merta misalnya kebijakan apa pun soal pandemi jangan hanya dibicarakan level menteri. Tapi partai-partai butuh diajak bicara, terutama distribusi kewenangan siapa yang harus bertanggung jawab selama pandemi agar orangnya enggak itu-itu saja," lanjutnya.


Sebagai partai pemenang pemilu terakhir, PDIP dinilai memiliki 'kepentingan' agar kadernya juga bisa dipercaya sebagai panglima dalam penanganan pandemi COVID-19.


"Kalau lihat rata-ratanya nyaris tak ada kader PDIP jadi panglima penanganan corona," ucap dia.


Adi melihat Puan ingin memberikan diferensiasi politik. Dengan menggambarkan Puan yang juga Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP itu sebagai seseorang yang berani mengkritik, sekaligus yang dikritik adalah teman separtainya.


"Puan ingin dia memiliki karakteristik politik. Apa? Dia berani bicara, kritik, sekalipun yang dikritik teman partainya. Dalam politik itu biasa, sebagai pengingat ke publik dia pemimpin yang layak," tutup Adi.


Sementara itu, Politikus PDIP, Arteria Dahlan mengatakan kritik yang dilontarkan Ketua DPR Puan Maharani kepada pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 tak terkait rencana maju dalam Pilpres 2024.


"Saya pikir pastikan ini tidak ada kaitannya dengan Puan mau nyapres. Kenali lah Puan, Puan punya cara-cara yang sangat elegan, apalagi yang boleh dikatakan sangat-sangat beradab lah, tahu kapan bergerak, kapan berucap, kapan bertindak," kata Arteria


Laporan: Mela

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...