Headline

Opini

PADANG

Sports

KSP Ingatkan Soal Tata Krama Kritikan Sesuai Budaya Timur, Gus Umar: Kok Bisa Moeldoko Bicara Tata Krama

          KSP Ingatkan Soal Tata Krama Kritikan Sesuai Budaya Timur, Gus Umar: Kok Bisa Moeldoko Bicara Tata Krama

KSP Ingatkan Soal Tata Krama Kritikan Sesuai Budaya Timur, Gus Umar: Kok Bisa Moeldoko Bicara Tata Krama
BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa masyarakat yang hendak menyampaikan kritikan kepada presiden Joko Widodo (Jokowi) harus sesuai dengan tata krama.


Menurut Moeldoko, sudah sepantasnya tetap memperhatikan tata krama sesuai budaya timur ketika hendak memberikan kritikan kepada pemerintah.


Pernyataan Moeldoko yang menginginkan masyarakat untuk memberi kritikan sesuai dengan budaya timur itu lantas mendapatkan sentilan dari Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan.


Sentilan menohok dari pria yang biasa disapa Gus Umar itu dikemukakan olehnya melalui cuitan akun Twitter pribadinya @Umar_Chelsea75 pada Kamis, 19 Agustus 2021.


"Sumpah saya sakit perut ketawa," ujar Gus Umar, seperti dikutip dari SeputarTangsel.Com dari cuitan.


Gus Umar merasa heran dengan Moeldoko yang menyinggung soal tata krama


Pasalnya, seperti yang diketahui, Moeldoko telah mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang diselenggarakan di Deli Serdang pada Jumat, 5 Maret 2021.


Hal ini dilakukan tak lain untuk merampas kekuasaan Partai Demokrat dari.


Ketua Umum Partai Demokrat yang sah, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.


"Koq bisa Moeldoko bicara tata krama," sindirnya.


Seperti dikutip dari Antara, menurut Moeldoko, pemerintah tidak pernah melarang rakyat untuk menyuarakan aspirasi dan kritikan. Hanya saja, dirinya mengingatkan agar kritikan tersebut bisa disampaikan dengan cara yang beradap.


"Presiden sangat terbuka, tidak pernah pusing dengan kritik, tapi beliau selalu sisipkan sebuah kalimat indah. Kita orang timur memiliki adat, jadi kalau mengkritik sesuatu ya beradab," ujar Moeldoko.


Bahkan Moeldoko memberikan sentilan pedas kepada para pihak yang dinilai tidak memberikan contoh yang baik kepada rakyat dalam mengkritisi pemerintah, sehingga berpotensi memperkeruh keadaan.


"Banyak tokoh-tokoh kita yang tidak memberikan pendidikan terhadap mereka-mereka itu (pemberi kritik), justru terlibat di dalamnya untuk memperkeruh situasi, janganlah seperti itu," tutur Moeldoko.


Moeldoko pun menyinggung soal kritikan Jokowi berupa lisan maupun mural yang sempat heboh beberapa waktu ini.


Source: seputartangsel.com

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...