Headline

Opini

PADANG

Sports

Maraknya Aksi Vandalisme, Punjul Santoso: Padahal Baliho Tidak Mengganggu dan Memiliki Pesan Positif

          Maraknya Aksi Vandalisme, Punjul Santoso: Padahal Baliho Tidak Mengganggu dan Memiliki Pesan Positif
BENTENGSUMBAR.COM - Ramai vandalisme terjadi beberapa minggu ini. Sasarannya adalah baliho para politisi. Tak luput, Ketua DPR RI, Puan Maharani yang menjadi korban tindak vandalisme. Baliho pertama yang dicoret terjadi di Jawa Timur pada bulan Juli 2021. 

Dalam baliho itu, Puan Maharani mengucapkan 'Selamat melaksanakan Rapat Kerja Daerah PDIP Jawa Timur. Di Bumi Bung Karno 21 Juni 2021'. Tepat di bawah tulisan itu, ada coretan hitam berhuruf kapital 'OPEN BO'.

Baliho Puan menjadi sasaran vandalisme itu, seperti pada umumnya yang terpasang di beberapa titik di Malang Raya. Yakni bergambar wajah Puan Maharani dengan background warna merah serta kuning di bagian tengah.

Dan logo PDIP di bagian kiri atas. Ada kalimat di atas wajah Puan yaitu 'Kepak Sayap Kebhinekaan'. Baru kemudian ada nama Puan Maharani di bagian bawah. Sementara vandalisme bertulis 'Open BO' tepat berada di atas nama Puan Maharani. Ada pula baliho Puan di Surabaya dicoret tulisan 'PKI' dan 'Koruptor'.

Menurut Ketua DPC PDIP, Punjul Santoso saat meninjau lokasi baliho mengaku, sangat menyayangkan adanya vandalisme. Punjul juga prihatin, karena keberadaan baliho tidak mengganggu. Apalagi, baliho yang terpasang memajang tokoh nasional, sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Ini merupakan hal tidak terpuji, kami selaku DPC dan kuasa hukum langsung melapor ke Satpol PP agar baliho diambil dan diturunkan," ujar Punjul kepada wartawan di lokasi.

Dokumentasi video juga dilakukan selama proses penurunan baliho jadi sasaran vandalisme. Tujuannya, sebagai bahan dalam laporan ke polisi.

"Setelah kami video dan foto berikutnya kami langsung melaporkan ke Polres Batu hari ini juga," tegas Wakil Wali Kota Batu ini.

DPC PDIP Kota Batu juga tengah mengumpulkan bukti lain, untuk mengungkap pelaku vandalisme tersebut. Yakni dengan mencari rekaman CCTV yang berada di lokasi keberadaan baliho.

"Kita masih kumpulkan bukti-bukti agar pelaku bisa diamankan. Agar bisa menjadi pembelajaran di masyarakat. Karena terkait pemasangan baliho ini kita juga sudah izin," katanya.

Menurut Punjul, ada beberapa titik baliho Puan Maharani yang terpasang di wilayah Kota Batu. Namun, hanya di Jalan Sultan Agung yang menjadi sasaran vandalisme. Pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan vandalisme terjadi. Ada dugaan, praktek itu dilakukan sehari sebelum (kemarin) diketahui adanya vandalisme.

"Dugaan kami, kemarin Senin (23/8) malam. Karena sebelumnya belum ditemukan vandalisme di baliho," pungkas Punjul.

Tertangkap

Satu pelaku dugaan vandalisme baliho Ketua DPP PDI-Perjuangan (PDIP) Puan Maharani ditangkap polisi. Baliho Puan di Surabaya dicoret tulisan 'PKI' dan 'Koruptor'.

"Sudah diamankan semalam," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Gatot Repli Handoko.

Gatot mengatakan pelaku mengaku hanya mencoret baliho Puan yang ada di wilayah Kota Surabaya. Di Blitar, baliho Puan dicoret dengan kata 'Open BO'.

"Tidak [baliho yang dicoret] di Blitar," ujar Gatot.

Sementara itu, pengurus DPC PDIP Kota Surabaya mengaku telah mengadukan aksi vandalisme yang menimpa baliho Puan ke Polrestabes Surabaya, Senin (26/7).

Ketua PAC PDIP Bulak Riswanto mengatakan dirinya mengetahui aksi vandalisme itu terjadi pada Sabtu (24/7) malam.

"Kami berharap polisi bertindak, dengan menangkap dan memproses hukum properti milik PDIP," kata Riswanto.

Dalam pelaporan itu, PDIP juga menghadirkan saksi-saksi, di antaranya Arif Wirawan (kader PDIP), Agus Basuki (Ketua PAC PDIP Mulyorejo) dan Sunardi (Sekretaris PAC PDIP Gubeng). Mereka juga membawa bukti sejumlah baliho yang telah dicoret-coret.

"Barang bukti kami ambil di sejumlah titik lokasi," kata advokat BBHAR DPC PDIP Kota Surabaya, Tomuan Sugiarto.

Sebelumnya, selain menjadi korban aksi vandalisme coretan 'Open BO', baliho bergambar Puan yang tersebar di Surabaya juga dicoret dengan tulisan 'PKI' dan 'Koruptor'.

DPD PDIP Jatim pun menyesalkan aksi vandalisme yang terjadi di Blitar dan Surabaya itu. Bagi mereka ini adalah ulah tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.

"Kami sangat menyesalkan aksi vandalisme terhadap baliho-baliho Ibu Puan Maharani," kata Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...