Headline

Opini

PADANG

Sports

PON Sebentar Lagi, Puan Maharani: Mari Kita Sambut dengan Gembira dan Persiapan Matang

          PON Sebentar Lagi, Puan Maharani: Mari Kita Sambut dengan Gembira dan Persiapan Matang
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mendukung proses persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Menurut data yang diterima Puan, dari keseluruhan kebutuhan tempat untuk 12 cabang olahraga yang akan diadakan hampir seluruhnya sudah selesai.

"Mari kita sambut PON XX dengan suka cita dan gembira. Kita dukung terus dan proses persiapan semua venue untuk memastikan seluruh pembangunan berjalan dengan lancar dan pesta olahraga ini bisa terselenggara sebaik-baiknya," kata Puan.

Sebagaimana direncanakan PON XX Papua akan dilakukan pada 1-15 Oktober 2021 dengan 37 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tempat penyelenggaraan rencananya akan tersebar di empat daerah, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Puan meminta untuk pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk bersinergi untuk terus berkoordinasi akan kesiapan venue dan keamanan wilayah. Selain itu, juga protokol kesehatan harus ditingkatkan.

"Paling penting adalah mempersiapkan aturan protokol kesehatan selama acara berlangsung yang sekaligus tidak mengurangi kenyamanan atlet dan ofisial, serta seluruh penyelenggara," kata Puan.

Pihak panitia juga telah membagikan technical handbook atau buku pedoman pertandingan (THB) sejak April lalu. THB itu dapat membuat penyelenggaraan PON lebih mudah dicapai, karena waktu persiapan juga cukup panjang.

Puan juga meminta persiapan sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk ajang olahraga ini sangat matang. Hal ini sangat penting dalam menopang terselenggaranya acara.

Sebelum PON dimulai, Puan juga meminta untuk Pemprov segera menggenjot pemerataan program vaksinasi di seluruh daerah Papua. Pasalnya, wilayah diselenggarakannya PON akan kedatangan banyak warga dari berbagai daerah. Sehingga, kesehatan masyarakat Papua harus benar-benar dijaga.

Per 24 Agustus 2021, terdapat kenaikan kasus aktif sebesar 0,04 persen dan penurunan kesembuhan 0,06 persen di Papua. Namun, Papua sudah kehilangan enam dokter karena terpapar Covid-19. Dikhawatirkan lonjakan kasus corona akan menyulitkan tenaga kesehatan (faskes).

“Maksimalkan program vaksinasi di Papua. Kalau bisa, mayoritas masyarakat sudah selesai divaksin pada saat PON dimulai. Jangan sampai tumpang tindih dalam penyelenggaraan acara. Keramaian yang akan berlangsung di Papua nanti juga punya risiko penularan,” kata Puan.

Puan meminta semua pihak untuk bekerja sama dan memaksimalkan penurunan kasus positif Covid-19 di Papua. Jangan sampai acara PON dimulai ketika kasus sedang tinggi-tingginya, dan malah membahayakan berbagai pihak.

Puan memandang bahwa penyelenggaraan PON juga harus dibantu dengan peningkatan kualitas faskes. “Kita sudah mengirim kendaraan, kirim juga bantuan dalam bentuk fasilitas kesehatan. Siapkan dokter khusus. Kesiapan obat-obatan hingga persediaan oksigen. Semua kebutuhan penangan Covid-19 harus sudah siap,” kata Puan.

Menurut Puan, penyelenggaraan harus dilakukan sedetail mungkin. Perencanaan antisipasi segala kemungkinan harus dilakukan. Pasalnya, PON ini adalah acara besar pertama yang diselenggarakan Indonesia selama Pandemi Covid-19.

"Kita sudah berani dan yakin untuk menyelenggarakan acara olahraga terbesar nasional ini. Maka, kita sudah harus tahu risikonya. pemerintah pusat harus terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar memiliki perencanaan yang sejalan," ujar Puan.

Puan melanjutkan, harus ada aturan pasti tentang protokol kesehatan untuk masyarakat sekaligus atlet, ofisial, dan panitia acara. "Kita baru saja mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, pelajari bagaimana penerapan protokol di sana dan bisa kita adaptasi dengan menyesuaikan situasi dan kondisi wilayah," kata Puan.

“Jangan sampai perhelatan yang kita inginkan menjadi kebahagiaan malah membawa keterpurukan. Makanya wajib benar-benar ketat dalam pelaksanaan aturan ini,” kata Puan.

Puan juga menyinggung soal kesuksesan Asian Games 2018. Menurutnya, PON juga bisa mempelajari skema penyelenggaraan Asian Games yang mendulang banyak pujian dari seluruh penjuru dunia itu. Meski penyelenggaraannya tidak pada dalam masa pandemi, ketelitian dalam penyelenggaraannya bisa dicontoh.

“Kita ambil pelajaran dari berbagai penyelenggaraan olahraga. Pastikan PON nanti benar-benar aman. Kita ingin penyelenggaraannya benar-benar memberikan arti, membawa kebahagiaan dan kebanggaan untuk rakyat. Jangan sampai salah langkah,” kata Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...