| Wacana pencalonan Megawati Soekarnoputri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dinilai dapat menjadi langkah strategis bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). |
Pandangan tersebut disampaikan pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
Ia menilai, jika Ketua Umum PDIP itu kembali maju sebagai calon presiden, dampaknya bukan hanya pada kontestasi nasional, tetapi juga terhadap perolehan suara partai di Pemilihan Legislatif (Pileg).
Menurutnya, Megawati masih memiliki basis loyalis yang kuat di akar rumput.
Faktor tersebut diyakini mampu menghadirkan efek ekor jas atau coattail effect yang signifikan bagi partai berlambang banteng tersebut.
Hendri menyebut, kemunculan Megawati sebagai kandidat bisa mengubah peta persaingan, terutama jika harus berhadapan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Meski demikian, ia mengakui posisi petahana secara historis cukup sulit dikalahkan dalam sistem pemilu Indonesia pascareformasi.
Di sisi lain, ia melihat partai lain seperti Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berpotensi meningkatkan perolehan suara legislatif pada 2029.
Karena itu, PDIP dinilai perlu mempertimbangkan figur dengan daya tarik elektoral kuat untuk menjaga dominasi mereka di parlemen.
Meski peluang kemenangan di Pilpres belum tentu mudah, Hendri menekankan bahwa pertimbangan strategis partai tidak semata pada hasil pemilihan presiden, tetapi juga pada dampak terhadap perolehan kursi legislatif.
Wacana ini pun diperkirakan akan terus menjadi perbincangan hangat menjelang tahapan politik menuju 2029. (*)
Sumber: Bacabaik.com
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »