Headline

Opini

PADANG

Sports

Refly Harun: PDIP Tetap Harus Memelihara Orang-orang yang Bisa Menyentil Jokowi

          Refly Harun: PDIP Tetap Harus Memelihara Orang-orang yang Bisa Menyentil Jokowi

Refly Harun: PDIP Tetap Harus Memelihara Orang-orang yang Bisa Menyentil Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Jokowi mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak salah satunya ketua DPR RI, Puan Maharani, ketidak puasan dalam menghadapi pandemi menjadi alasan kuat kritikan tersebut.


Tidak hanya Puan Maharani saja, dua anggota DPR Fraksi PDIP juga melemparkan kritik terhadap kinerja dari Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.


Keduanya sangat menyayangkan langkah Presiden Jokowi yang tidak menerapkan Lockdown sejak awal pandemi Covid-19.


Beragam kritikan tersebut mendapat perhatian dari Refly Harun, menurutnya tindakan yang dilakukan dari kedua fraksi PDIP tersebut sebagai langkah agar Presiden Jokowi tidak dikendalikan oleh pihak lain. 


"PDIP tetap harus memelihara orang-orang yang bisa menyentil Jokowi, agar Jokowi tidak dikendalikan oleh pihak-pihak lain atau dekat dengan pihak lain sehingga menjaga jarak dengan PDIP," ungkap Refly Harun, dari kanal Youtube Refly Harun. 


Menurut Refly langkah dari PDIP tersebut merupakan cara agar partai tersebut tidak terkena salah dari sistem pemerintahan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. 


Refly mengungkapkan,PDIP sekarang justru tidak mem-backup secara mati-matian kepada Jokowi, yang mem-backup jokowi justru para relawan.


Terkait hal tersebut merupakan langkah dari PDIP agar terhindar dari masyarakat Indonesia. Jika menyalahkan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi, yang mengorbankan nyawa rakyat yang tidak tertangani secara medis.


Gelombang Kritik


Beragam gelombang kritik dari berbagai penjuru telah menyerang pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.


Menurutnya, PDIP telah menciptakan sekoci untuk dikendarainya ketika pemerintah mendapat kritikan pedas dari rakyat semakin menjadi-jadi. 


Dari paparannya angka tingkat popularitas Presiden Jokowi tinggal 43 persen atau di bawah 50 persen . Ini menandakan, katanya,  masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi. 


Dia mengungkapkan,  langkah yang diambil PDIP tersebut merupakan salah satu cara untuk meninggalkan Presiden Jokowi.  "PDIP mulai keluar dari kandang dan meninggalkan zona nyaman.”


“Dia pasang baliho dimana-mana terhadap Puan Maharani, dia mulai kritik, sentil Presiden Jokowi," urai Refly Harun. 


Laporan: Reko Suroko

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...