Headline

Opini

PADANG

Sports

Sindir Jokowi Soal Prestasi yang Paling Menonjol, Christ Wamea: Terus Ngutang di Tengah Pandemi

          Sindir Jokowi Soal Prestasi yang Paling Menonjol, Christ Wamea: Terus Ngutang di Tengah Pandemi

Sindir Jokowi Soal Prestasi yang Paling Menonjol, Christ Wamea: Terus Ngutang di Tengah Pandemi
BENTENGSUMBAR.COM - Tokoh Papua, Christ Wamea baru-baru ini tampak menyindir kinerja Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden di Indonesia.


Dalam sindiran tersebut, Christ Wamea menyinggung soal utang pemerintah yang kian menumpuk di tengah pandemi.


Christ Wamea menyatakan bahwa prestasi yang paling terlihat dari Presiden Jokowi adalah berutang terus menerus di tengah pandemi Covid-19.


"Prestasi Jokowi yg paling menonjol adlh terus ngutang di tengah Pandemi.," kata Christ Wamea seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari akun Twitter @PutraWadapi pada Minggu, 1 Agustus 2021. 


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu sempat mengaku khawatir dengan utang pemerintah yang meningkat secara signifikan. 

 

BPK bahkan menyebutkan bahwa indikator kerentanan utang 2020 telah melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan International Deft Relief (IDR), antara lain rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77 persen, melampaui rekomendasi IMF sebesar 25-35 persen. 

 

Kemudian rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan adalah 19,06 persen, telah melampaui pula rekomendasi IDR sebesar 4,6-6,8 persen dan rekomendasi IMF sebesar 7-10 persen. 


Kendati demikian, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Teuku Riefky menuturkan bahwa tingginya utang yang dimiliki pemerintah itu terjadi lantaran mendesaknya berbagai kebutuhan di masa pandemi. 

 

Beberapa di antaranya digunakan untuk menangani krisis kesehatan dan beragam program perlindungan hingga bantuan sosial untuk masyarakat. 

 

Selain itu, Teuku Riefky juga mengatakan bahwa utang tersebut digunakan pemerintah untuk kebutuhan sejumlah program strategis pemerintah seperti pembangunan infrastruktur dan membuat lapangan kerja. 


Dua hal itu menurutnya dilakukan pemerintah juga untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. 

 

Meski data yang dipaparkan BPK memang benar, tapi Teuku Riefky berpendapat bahwa utang pemerintah tersebut tidak akan sampai pada tahap gagal bayar.

 

"Saya juga perlu tekankan ini sangat jauh, saya rasa ini bahkan tidak akan mungkin terjadi gagal bayar. Artinya, kalau kita melihat kondisi pandemi ini, ada 50 lebih negara yang utangnya jauh lebih parah dari Indonesia," ucap Teuku Riefky.


Source: Pikiranrakyat-Depok.com 

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...