PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Aksi Sadis di Papua Terhadap Nakes, Veronica Koman: TNI Memalsukan Kronologi

          Aksi Sadis di Papua Terhadap Nakes, Veronica Koman: TNI Memalsukan Kronologi
BENTENGSUMBAR.COM - Belakangan ini aksi sadis terhadap nakes atau tenaga kesehatan di Papua menjadi perbincangan publik, hal itu lantaran adanya aksi penyiksaan dan pembunuhan sadis terhadap nakes oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kali ini mendapatkan tanggapan dari Akivis Hak Asasi Manusia (HAM), Veronica Koman. Dalam pernyataannya, Voronica Koman menyinggung bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) sering memalsukan kronologi kejadian, terkait kekerasan terhadap nakes di Papua oleh KKB tersebut.

Adapun awalnya, ia menyampaikan informasi bahwa KKB Papua atau yang disebutnya dengan istilah Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah mengakui beberapa hal.

Hal yang KKB Papua akui, menurut Veronica adalah pembakaran gedung-gedung publik, termasuk sekolah dan puskesmas.

“Seorang suster meninggal, empat lainnya mengalami luka-luka, dan satunya madih hilang. 300 nakes kabupaten dievakuasi,” katanya melaui akun Twitter VeronicaKoman mengutip dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Minggu, 19 September 2021.

Terkait bagaimana suster itu terbunuh dalam penyerangan ini, kata Veronica, perlu diinvestigasi lebih lanjut oleh Tim HAM.

“Sangat sering, TNI memalsukan kronologi,” katanya pada Sabtu, 18 September 2021.

Veronica Koman mencontohkan, salah satu kronologi yang dipalsukan TNI adalah kejadian beberapa bulan lalu, di mana seorang pendeta dipaksa mengatakan KKB Papua melakukan kekerasan seksual kepada beberapa perempuan.

Pernyataan Veronica Koman bahwa TNI memalsukan kronologi itu lantas dikritik oleh netizen, salah satunya bernama Citaernanda.

“Mba, itu nakes udah meninggal karena dibunuh dengan cara yang keji, yang keluarganya aja belum tentu bisa lapang hati melanjutkan hidup. Kok sempet-sempetnya nuduh fabrication. KOK SEMPET MBA,” katanya.

Veronika Koman lalu membalas bahwa pembakaran, penyerangan, dan pembunuhan di Papua itu betul ada.
Pelaku, lanjutnya, juga betul OPM karena mereka sendiri juga sudah mengakui.

“Yang saya bilang perlu diinvestigasi lebih lanjut itu kronologi kejadian, karena saat ini muncul 2 versi berbeda,” katanya pada Minggu, 19 September 2021. (Suara)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...