PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

FH: Bahaya..! Komnas HAM Dijadikan Alat untuk Berimajinasi dan Alat Menebar Opini Demi Kepentingan Kelompok

          FH: Bahaya..! Komnas HAM Dijadikan Alat untuk Berimajinasi dan Alat Menebar Opini Demi Kepentingan Kelompok
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean merespon pernyataan Komnas HAM yang menyoroti tanggal pemecatan 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dianggap tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). 

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam menilai, pemilihan tanggal itu bisa menimbulkan imajinasi ihwal sejarah bangsa Indonesia, serta memunculkan stigma bagi ke-56 pegawai KPK yang dipecat.

"Kalau tadi bangun imajinasi soal masa lalu Republik Indonesia, itu kan ada stigma soal 1965 soal PKI, soal komunisme. Apakah memang pemilihan tanggal 30 September itu mengintrodusir satu stigma berikutnya, kalau ini memang mengintrodusir satu stigma berikutnya betapa bahayanya negara ini," kata Anam dalam diskusi daring yang digelar ICW, Minggu, 19 September 2021.

Menurut Anam, pemunculan stigma tersebut bisa berbahaya bagi bangsa Indonesia sendiri. Sebab, tekan Anam, Indonesia menjadi satu karena dulu semuanya bersatu padu melawan stigma.

"Jadi kalau mesin stigma tidak kita perangi bersama-sama, negara ini dalam kondisi bahaya level paling tinggi, dan janganlah pakai simbol-simbol yang mengintrodusir stigma," ujarnya, sebagaiman dikutip dari viva.co.id.

Menanggapi itu, Ferdinand Hutahaean menyebut pernyataan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam berbahaya.

Pasalnya, menurut Ferdinand Hutahaean, Komnas HAM telah dijadikan alat untuk berimajinasi dan alat menebar opini demi kepentingan kelompok.

Bahkan, Ferdinand menegaskan, Choirul Anam tidak lagi berbicara berdasarkan hukum tentangvHAM, tapi sudah berasumsi seenak perutnya.

"Bahaya..! Komnas HAM telah dijadikan alat utk berimajinasi dan alat menebar opini demi kepentingan kelompok. Komisioner ini tak lg bicara berdasar hukum ttg HAM tp sdh berasumsi seenak perutnya. Hanya krn tgl sama lantas itu jd PKI? KAU GILA? @KomnasHAM," cuit Ferdinand Hutahaean, dikutip BentengSumbar.com melalui akun twitternya @FerdinandHaean3 pada Senin, 20 September 2021. 

Laporan: Zamri Yahya
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...