PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Kader Posyandu Diminta Fokus Turunkan Angka Stunting di Sumbar

          Kader Posyandu Diminta Fokus Turunkan Angka Stunting di Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Kader Posyandu diminta untuk fokus dalam membantu pemerintah menurunkan prevalensi stunting terutama di tengah Pandemi Covid-19 yang serba keterbatasan.

"Saat ini Posyandu dalam penyelenggaraannya menghadapi tantangan yang cukup berat, yaitu adanya Pandemi Covid-19 yang menyedot banyak sumber daya fisik, seperti tenaga, dana, dan sarana prasarana, juga mempengaruhi mental penyelenggara posyandu. Sementara itu posyandu tetap diharapkan dapat mendukung program penanganan stunting yang masih menjadi program prioritas pemerintah. Karena itu dibutuhkan kegitaan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas kader Posyandu," kata Gubernur Sumbar,Mahyedi. 

Ia mengatakan itu saat membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pokjanal, Pokja dan Kader Posyandu angkatan IV tahun 2021 di Padang, Rabu malam. Ia menyebut saat ini eksistensi posyandu masih dianggap tidak kekinian, kurang update dan produk masa lampau yang dibuktikan dengan menurunnya jumlah sasaran yang hadir di Posyandu, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan menurunnya akselarasi pelayanan kesehatan dasar dalam pencapaian target cakupan layanan posyandu. 

Hai tersebut, juga didukung dengan tidak efektifnya peran pokjanal posyandu Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Pokja Posyandu Desa/Kelurahan dalam membina serta meningkatkan strata/perkembangan posyandu di wilayahnya. 

"Karena itu perlu upaya untuk meningkatkan pembinaan posyandu secara intensif dan berkesinambungan dengan meningkatkan dan memperkuat koordinasi dan sinergitas program Pokjanal Posyandu secara sinergis antar lintas sektor dan lintas program yang tetap berazas pada pemberdayaan masyarakat," ujarnya. 

Posyandu adalah wadah titik temu antara pelayanan professional dari petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui kebijakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu.

Posyandu juga berperan dalam mensinergikan layanan yang dibutuhkan masyarakat meliputi perbaikan kesehatan dan gizi, pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga dan kesejahteraan sosial. 

"Secara kuantitas, perkembangan jumlah Posyandu sangat menggembirakan, namun kita berharap tidak hanya kuantitas saja yang terus meningkat, namun kualitas Posyandu yang ada juga perlu ditingkatkan sehingga tidak lagi ditemukan kasus gizi buruk maupun stunting yang saat ini masih ditemukan di Sumatera Barat," katanya. (Budi)

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...