Headline

Opini

PADANG

Sports

Letjen Dudung Sebut Semua Agama Benar, Ferdinand: Orang Tak Beragama Juga Benar di Mata Tuhan

          Letjen Dudung Sebut Semua Agama Benar, Ferdinand: Orang Tak Beragama Juga Benar di Mata Tuhan
BENTENGSUMBAR.COM – Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut semua agama benar di mata Tuhan.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Rabu 15 September 2021, awalnya menuliskan ulang pernyataan Letjen Dudung soal semua agama benar.

“Semua Agama benar dimata Tuhan, kata Pangkostrad, Letjen Dudung,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Ia pun menilai, orang yang tak beragama pun yang percaya akan Tuhan juga benar di mata Tuhan.

“Bagiku malah, orang tak beragamapun yang percaya akan Tuhan juga benar dimata Tuhan,” tuturnya.

Dalam cuitannya itu, Ferdinand Hutahaean juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul ‘Letjen Dudung ke Prajurit: Semua Agama Benar di Mata Tuhan’.

Mengutip CNN Indonesia, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman mengingatkan kepada para prajurit agar menghindari sikap fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama.

“Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” kata Letjen Dudung.

Ia juga mengingatkan agar para prajurit TNI cermat saat menyikapi pemberitaan yang beredar di media sosial.

Maka dari itu, dia meminta agar prajurit tidak mengirimkan berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, Letjen Dudung juga mengingatkan agar prajurit TNI tidak mudah terprovokasi berita hoaks.

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit,” ujar Dudung di depan anggota dan Persit Batalyon Zipur 9 Kostrad.

Lebih lanjut, Mantan Pangdam Jaya ini menekankan agar latihan maupun tradisi dalam membina prajurit yang baru masuk dilakukan dengan profesional dan proporsional.

Letjen Dudung meminta agar pembinaan itu dilakukan dengan keras sesuai aturan tapi bukan kasar. 

Sebab, kata Dudung, tujuan dari tradisi dalam satuan TNI adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa.

“Tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan,” ujarnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...