PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Puan Ajak Rakyat Amalkan Pancasila Dalam Kehidupan, Tokoh Pemuda: Pancasilais Itu Sejatinya Menjadi Seorang Saleh atau Religius

          Puan Ajak Rakyat Amalkan Pancasila Dalam Kehidupan, Tokoh Pemuda: Pancasilais Itu Sejatinya Menjadi Seorang Saleh atau Religius
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai Indonesia perlu memegang teguh Pancasila agar bangsa makin besar. Hal itu diutarakan dalam postingan Puan Maharani di Instagram. 

Dalam captionnya, ia menulis "Pancasila tidak semata-mata ditempatkan sebagai slogan, tetapi Pancasila harus diwujudkan dalam cara berpikir, berperilaku, dan berkarya bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penting bagi negara untuk menjamin bahwa Pancasila mengisi seluruh tatanan kehidupan mulai dari politik, sosial, ekonomi, budaya, dan agama.

Kita tidak anti budaya asing, dan kita tidak dapat mengisolasi diri. Akan tetapi dengan kepribadian jiwa bangsa yang kuat, maka budaya asing dapat disaring dan dilarutkan dalam kebudayaan nasional.

Harus kita yakini bersama seberat apapun tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, selama menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun, kita akan mampu melalui setiap kesulitan dan menggapai mimpi serta cita-cita bersama.

Apa arti Pancasila di kehidupan sehari-hari kamu?"

Tak hanya dalam unggahannya di media sosial. Puan juga kerap mengimbau rakyat tentang pentingnya menjaga Pancasila. 

Sebelumnya, Puan juga pernah mengatakan bahwa kebhinekaan bangsa Indonesia harus menjadi sumber kekuatan untuk menciptakan persatuan bukan malah menjadi sumber perpecahan.

Menurut dia, persatuan tersebut harus diupayakan terus menerus sebagai energi bangsa untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

"Kita tidak boleh berpikir bahwa persatuan Indonesia akan terus terjadi tanpa kita semua usahakan, tanpa kita pernah saling mengingatkan. Karena itu, saya mengajak kita semua agar jangan pernah bosan berbicara tentang kebhinekaan dan persatuan," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta.

Imbauan itu disampaikan Puan kepada para mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dalam upacara wisuda secara virtual, Kamis.

Dia menegaskan ketika masyarakat berhenti bicara tentang kebhinekaan yang merupakan sumber kekuatan dalam persatuan bangsa Indonesia, maka di saat itu tunas perpecahan mulai tumbuh.

Puan memberi contoh sederhana tentang kebhinekaan yang terjadi di kampus negeri yang menjadi tempat belajar putra-putri Indonesia dari banyak daerah tersebut.

“Kalian berasal dari banyak daerah, berbeda-beda program studi yang diambil, tetapi semua bagian dari keluarga besar almamater Universitas Sam Ratulangi. Itu juga bagian dari Bhinneka Tunggal Ika, kebhinekaan itu yang menjadi kekuatan kita," ujarnya.

Dia mengatakan para pendiri bangsa sejak awal sudah menekankan bahwa Indonesia bisa kuat, merdeka, dan sejahtera, jika semua elemen bangsanya yang berbeda-beda tetap bersatu atau Bhinneka Tunggal Ika.

Puan mengutip pernyataan Bung Karno bahwa "sejak awal kita ingin mendirikan suatu negara semua buat semua, bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi semua buat semua, kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia".

Selain itu, saat membuka Parlemen Remaja 2021 bertema Remaja di Era Kebebasan Informasi: Siaran Berkualitas, Masyarakat Cerdas yang diselenggarakan secara virtual, Puan juga mengatakan pentingnya peran kebhinekaan bangsa sebagai landasan sumber kekuatan dari persatuan Indonesia. Begitu juga Pancasila yang merupakan jiwa bangsa diharapkan tidak ditempatkan hanya sebagai slogan dan simbol semata.

“Meski tiap fraksi memiliki warna-warna politiknya masing-masing, tetapi kita semua berada di dalam satu warna merah putih, warnanya Indonesia. Itulah salah satu wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika, yaitu bagaimana kita semua berbeda tetapi tetap bersatu. Terutama, ketika urusannya itu adalah untuk NKRI, untuk rakyat Indonesia,” kata Puan. 

Dalam kesempatan itu, Puan mengimbau para peserta Parlemen Remaja 2021 untuk menanamkan keyakinan dalam diri tentang nilai-nilai yang diajarkan dan terkandung dalam Pancasila. Dan harus diyakini bahwa selama Pancasila masih ada di hati semua rakyat, maka selama itu juga Indonesia akan terus ada.

Menurut  Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Varhan Abdul Aziz, mengamalkan Pancasila itu laiknya memenuhi pesan agama tentang sembahyang (salat). Semua dimulai dengan meninggikan peran Tuhan dalam kehidupan (Ketuhanan) sebagai gantungan integritas diri, untuk kemudian diakhiri dengan menebar salam damai sejahtera ke seluruh penjuru bumi (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

“Jadi, Ibu Puan dengan tegas menekankan bahwa mustahil ada dikotomi antara jiwa seorang Pancasilais dan seorang religius. Menjadi Pancasilais itu sejatinya menjadi seorang saleh atau religius. Saleh secara hubungan ketuhanan (hablum minal Allah), dan sekaligus saleh secara kemanusiaan, yang memenuhi keempat sila lainnya dalam Pancasila,” kata Varhan. 

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...