PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Puan Maharani Dukung Digitalisasi Pertanian Indonesia

          Puan Maharani Dukung Digitalisasi Pertanian Indonesia
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H. C.) Puan Maharani mendukung usaha adaptasi pertanian digital untuk Indonesia. Menurut Puan, teknologi dapat membantu sistem pertanian lebih modern dan membuka peluang lebih besar bagi pelaku pertanian.

"Sekarang adalah saat yang tepat untuk memantapkan teknologi digital dalam mengembangkan sistem yang friendly bagi petani serta pelaku pertanian lainnya," ujar Puan dalam rilis tertulisnya.

Puan memandang bahwa Indonesia memang membutuhkan inovasi yang relevan terkait kebutuhan pada sektor pertanian ini. Misalnya saja sistem berbasis teknologi yang dapat menginisiasi modernisasi rantai pasok pertanian.

Inovasi digital dalam bidang pertanian, menurut Puan, dapat menyentuh bagian-bagian dalam industri pertanian yang tadinya belum bisa dicapai. Oleh karena itu, inovasi ini butuh digerakan oleh pemerintah dan menyentuh institusi atau inovator yang bergerak di bidang teknologi informasi.

"Kita butuh perkembangan teknologi informasi, anak-anak muda inovator untuk diajak terjun dalam mengembangkan pertanian Indonesia ke arah digital," ujar Puan.

Politisi PDI Perjuangan itu menganggap bahwa daya tarik sektor pertanian terlebih dahulu harus ditingkatkan agar menjadi industri yang seksi dan menjanjikan. Tujuannya agar para investor serta inventor tertarik untuk membawa kemajuan dalam bidang ini.

"Bagaimana pun saat ini memang sudah zamannya yang serba canggih, serba teknologi. Kita harus mengubah sektor pertanian ke arah digital dan modernisasi. Alat-alat pertanian modern bisa digunakan dalam mengumpulkan data seputar pertanian dan mengolahnya untuk kemudian dijadikan pengolahan lahan atau bibit yang lebih unggul," ujar Puan.

Puan pun merasa bahwa sudah saatnya teknologi-teknologi modern, seperti artificial intelligence (AI), menyentuh sektor pertanian. Terlebih, di masa depan bisa saja terjadi krisis lahan atau krisi pangan, maka diperlukan tindakan antisipatif yang berdasarkan data serta logika.

"Berbicara pertanian ini bukan hanya tentang industrinya, tapi kita juga bicara seputar stok bahan pangan dalam negeri. Makanya, sudah tidak bisa lagi kita gunakan cara-cara jadul yang tidak produktif," ujar Puan.

Modernisasi teknologi pertanian tersebut, lanjut Puan, mampu menolong para petani untuk memahami tanah mereka. Di samping itu juga, mereka memiliki basis data untuk waktu menanam dan jenis tanaman yang tepat. Di tambah pagi, petani juga bisa memahami kebutuhan pasar.

Puan kemudian melanjutkan bahwa modernisasi industri ini juga harus diikuti oleh modernisasi pemikiran serta pandangan dari pelaku pertanian. "Kita harus memberikan pemahaman bahwa digitalisasi pertanian itu bukanlah hal negatif, justru membawa banyak keuntungan bagi sektor pertanian," ujar Puan.

Puan memberikan perhatiannya pada pertanian karena memang sektor ini adalah salah satu peluang besar bagi Indonesia. Puan mengingatkan bahwa Indonesia dahulu memiliki julukan sebagai negeri yang agraris.

Hingga saat ini, sektor pertanian masih berkontribusi sebanyak 13 persen bagi perekonomian Indonesia. Sektori ini pula adalah mata pencaharian untuk 33 juta petani di Indonesia.

"Potensi pertanian masih sangat besar, maka dari itu perlu kita ambil langkah-langkah yang membawanya pada kemajuan," ujar Puan.

Dari data yang diterima Puan, nilai tukar usaha pertanian dalam dua tahun terakhir mencakup pada angka 104 persen. Itu menandakan pertumbuhan yang masih cukup signifikan. Digitalisasi dan modernisasi pertanian tersebut, menurut Puan, dapat membawa angin segar pada sektor ini.

“Di negara-negara maju, sudah banyak yang mengaplikasikan teknologi internet of things pada sektor pertaniannya. Kemudian, penerapan itu membawa produktivitas yang lebih tinggi dan produksi pangan besar. Sudah saatnya kita juga berjalan pada jalur yang sama tersebut agar tidak ketinggalan. Kita ini negara produsen, jangan sampai hanya jadi konsumen ke depannya,” ujar Puan.

Puan kemudian meminta pemerintah dan masyarakat terbuka akan kemajuan zaman serta mendukung digitalisasi pada sektor pertanian ini.

“Pertanian kita butuh angin segar untuk memudahkan operasional ke depannya dan membawa keuntungan lebih besar, baik bagi petani, pengusaha, dan masyarakat,” ujar Puan.

“Bisa jadi jalan digitalisasi dan modernisasi pertanian ini bisa menjadi pembuka untuk Indonesia mandiri secara pangan dan bisa menjadi tuan rumah pemasok pangan bagi seluruh masyarakat negeri,” ujar Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...