PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Putri Papua Kecam Veronica Koman: Heh iblis! Berapa Banyak Uang yang Kau Dapat dari Memalsukan Cerita HAM di Papua?

          Putri Papua Kecam Veronica Koman: Heh iblis! Berapa Banyak Uang yang Kau Dapat dari Memalsukan Cerita HAM di Papua?
BENTENGSUMBAR.COM – Putri Indonesia Intelegensia 2015 asal Papua, Olvah Alhamid mengecam aktivis Hak Asasi Manusia, Veronica Koman atas komentarnya terkait pembunuhan tenaga kesehatan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Olvah Alhamid menyindir berapa banyak uang yang didapatkan Voronica Komas dari memalsukan cerita HAM di Papua.

Ia khususnya mengkritik pernyataan Voronica Koman yang menyinggung bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) kerap memalsukan kronologi berbagai kejadian di Papua.

“Heh iblis! Berapa banyak uang yang kau dapat dari memalsukan cerita HAM di Papua?” katanya pada Sabtu, 18 September 2021, seperti telah diterjemahkan oleh Terkini.id.

Olvah Alhamid meminta Veronica Koman untuk berhenti meremehkan kehidupan orang lain.

Ia menekankan bahwa HAM, khususnya hak untuk hidup, berlaku bagi semua orang di dunia ini, bukan hanya bagi orang Papuan.

“Saya dari Papua dan saya menrntangmu 100%,” tegas perempuan yang bercita-cita menajdi menteri itu.
Tak sampai di sana, Olvah Hamid juga menyindir Veronica Koman yang sibuk berkoar-koar soal HAM, namun diam saat banyak orang yang ditindas, diperkosa dan dibunuh.

“Jangan kau pikir hanya orang Papua yang punya hak hidup di dunia ini. Ingat ya, saya asli Fakfak (Papua Barat) -Sarmi (Papua) dan saya mengutuk kau Veronica Koman DAJJAL!” katanya.

Sebebelumnya, Voronica meminta otoritas untuk menyelidiki lebih jauh soal kasus terbunuhnya seorang suster dalam penyerangan KKB Papua.

“Sangat seting, TNI memalsukan kronologi, termasuk beberapa bulan lalu ketika pendeta di Papua Barat dipaksa mengatakan bahwa OPM melecehkan para gadis,” katanya pada Sabtu, 18 September 2021. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...