PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Seorang Ustaz Tewas Ditembak usai Salat, Mustofa: Jika Pelaku Nggak Tertangkap, Lebih Waspada saat ke Masjid

          Seorang Ustaz Tewas Ditembak usai Salat, Mustofa: Jika Pelaku Nggak Tertangkap, Lebih Waspada saat ke Masjid
BENTENGSUMBAR.COM - Humas Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya, mengomentari soal insiden penembakan yang menewaskan seorang ustaz di Tangerang.

Mustofa Nahrawardaya menyoroti tewasnya ustaz di Tangerang usai ditembak oleh orang tak dikenal pada Sabtu, 18 September 2021.

Menurut Mustofa Nahrawardaya, jika pelaku tidak berhasil ditemukan, maknanya para ustaz harus lebih waspada ketika hendak ke masjid.

"Kalau enggak ketangkep pelakunya, sebaiknya para Ustadz lebih waspada kalau ke Masjid," ujarnya, dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari cuitan di akun Twitter pribadinya @TofaTofa_id.

Diberitakan sebelumnya, seorang ustaz bernama Alex meninggal dunia usai ditembak orang tak dikenal ketika sedang berada di depan rumahnya.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia usai sempat mendapatkan perawatan.

Korban yang diketahui bernama Ustaz Alex ditembak di bagian pinggang pada saat ia sedang di depan rumahnya sekitar pukul 18.30 WIB.

Ustaz tersebut meninggal dunia sekitar pukul 19.17 WIB setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mulya, Pinang, Tangerang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan atas insiden penembakan yang menewaskan seorang ustaz itu.

Kepolisian juga telah memeriksa tempat kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Namun, hingga saat ini belum diketahui kronologi serta motif pelaku melakukan aksi penembakan tersebut.

Menurut keterangan salah seorang saksi, korban ditembak ketika dalam perjalanan pulang dari masjid setelah menunaikan salat Maghrib.

Saksi lainnya mengatakan bahwa korban mengajak anaknya yang masih berusia 5 tahun untuk ikut salat Maghrib di masjid.

Namun, dalam perjalanan pulang, sang anak lari lebih dulu ke arah rumahnya.

Sang anak diduga sempat melihat pelaku penembak ayahnya mengenakan jaket ojol atau ojek online di dekat pintu.

Tak lama setelah anaknya masuk ke dalam rumah, terdengar suara tembakan dan teriakan dari korban.
Korban pun dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. (PikiranRakyat - Depok)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...