PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Sindir Pemindahan Patung dan Diorama, Fahri: Pejabat Militer, kalau Mau Koreksi Sejarah Jangan Main Belakang

          Sindir Pemindahan Patung dan Diorama, Fahri: Pejabat Militer, kalau Mau Koreksi Sejarah Jangan Main Belakang
BENTENGSUMBAR.COM – Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah melontarkan sindiran terhadap pemindahan patung dan diorama yang baru-baru ini ramai diperbincangkan.

Melansir PikiranRakyat-Depok, Fahri Hamzah mengatakan bahwa para pejabat sipil atau militer, jika ingin mengoreksi sejarah sebaiknya jangan main belakang seperti tiba-tiba memindahkan patung dan diorama.

Menurut Fahri Hamzah, jika ingin mengoreksi sejarah lebih baik dilakukan dengan cara membuat kajian akademik dan diskusi terbuka.

Sindiran tersebut dilontarkan Fahri Hamzah melalui akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah pada Rabu, 29 September 2021.

“Para pejabat Sipil/Militer yg kalau mau koreksi sejarah jangan main belakang. Bikin kajian akademik. Lalu diskusi terbuka. Jangan pindahin patung dan diorama malem2. #Aya2Wae!” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, kabar hilangnya patung pahlawan revolusi dan diorama G30S PKI di Markas Kostrad disampaikan oleh Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Diorama merupakan sejenis benda miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan.

Gatot Nurmantyo menduga adanya penyusupan kembali pendukung PKI ke tubuh TNI.

Indikasi itu dibuktikan dengan diputarkannya video pendek yang menggambarkan hilangnya sejumlah bukti-bukti penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad.

Namun, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) telah membantah menghilangkan sejumlah patung tokoh negara yang dipajang di Museum Darma Bhakti Kostrad.

Patung yang dihilangkan itu, di antaranya terdapat patung Presiden Kedua RI Soeharto, patung Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo, dan Jenderal AH Nasution.

Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Haryantana menyatakan Kostrad tidak pernah membongkar atau menghilangkan patung sejarah (penumpasan G30S/PKI) Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad.

"Tapi, pembongkaran patung-patung tersebut murni permintaan Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution sebagai pembuat ide dan untuk ketenangan lahir dan batin," kata Haryantana seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Antara. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...