PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Sindir Pihak yang Kaitkan Penembakan Ustaz dengan PKI, Eko Kuntadhi: Mereka Beneran Gila PKI!

          Sindir Pihak yang Kaitkan Penembakan Ustaz dengan PKI, Eko Kuntadhi: Mereka Beneran Gila PKI!
BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menyindir pihak-pihak yang mengaitkan penembakan ustaz di Tangerang dengan isu kebangiktan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Eko Kuntadhi menilai bahwa pihak-pihak yang mengaitakan itu adalah pihak-pihak yang gila PKI.

“Di Tanggerang pengurus masjid terlibat hubungan asmara dengan istri orang. Suaminya marah. Lalu terjadi pembunuhan,” katanya melalui akun Twitter @_ekokuntadhi pada Sabtu, 29 September 2021.

“Kejadiannya bulan September. Lalu orang langsung menuding ulah PKI. tvOneNews malah nyetel lagu Gugur Bunga buat dia. Mereka beneran gila PKI!” sambungnya.

Dilansir dari makassar.terkini.id, pada Sabtu, 18 September 2021, terjadi penembakan terhadap Ustaz A di Pinang, Kota Tangerang.

Diwartakan Detik News, Uzstaz saat itu ditembak setelah menjalani salat Magrib di masjid dekat rumahnya.

Akibat tembakan di bagian pinggang itu, Ustaz A tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Setelah beberapa lama menjadi misteri, polisi akhirnya menangkap beberapa pelaku yang terlibat dalam dalam penembakan tersebut pada Selasa, 28 September 2021.

Polisi menerangkan bahwa korban tewas ditembak dalam kapasitasnya sebagai paranormal, bukan sebagai ustaz.

“Jadi saya tekankan di sini bahwa korban adalah paranormal. Peristiwa pembunuhan ini tidak terkait predikatnya dalam kapasitas ustaz, karena memang bukan ustaz,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade, Selasa.

Tubagus Ade menjelaskan bahwa A dipanggil dengan sebutan ustaz di lingkungannya ketika ia menajdi ketua majelis taklim saja.

Bahkan, lanjut Tubagus, A tidak mengajarkan mengaji dan tidak mengajarkan ilmu agama seperti selayaknya ustaz.

“Latar belakang ini menjadi sangat penting bagi arah penyelidikan selanjutnya. Kalau memang ternyata kita pastikan bahwa yang bersangkutan adalah paranormal,” kata Tubagus.

“Dari para saksi yang sudah diperiksa satu yang pernah berobat di sana. Yang kedua dari barang bukti yang ditemukan di rumah korban. Apa saja itu? Daftar buku tamu dengan berbagai macam keperluannya. Artinya, si orang ini melayani itu,” tambahnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...