Singgung PKI, HNW: Jasa Ulama Bagi Bangsa Ini Sangat Besar, Tapi Keselamatan Mereka Selalu Terancam

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid MA menegaskan para ulama dan umat Islam di berbagai wilayah Indonesia memberi kontribusi besar bagi kemerdekaan Indonesia.

Di Madura, dikenal ada seorang ulama besar. Dua orang santri itu dikenal sebagai KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan, masing-masing sebagai pendiri Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Kedua ulama itu pernah mengenyam ilmu dari Syaikhona Muhammad Kholil yang dikenal sebagai Syaikhona Kholil al-Bangkalani.

Menurut dia Syaikhona Kholil al-Bangkalani sangat layak dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional, meski beliau tidak pernah mengharapkan itu.

"Tetapi kita sebagai penerus, tentu merasa senang jika orang yang kita hormati mendapat penghargaan yang layak," ungkap HNW-panggilan akrabnya saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR, dihadapan Warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur secara virtual, Sabtu, 25 September 2021, dilansir dari JPNN.com.

Ikut hadir di acara tersebut Ketua Yayasan Dakau Lamak Dr. Mohammad Hidayaturrahman, Ketua Umum DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan, Sekretaris DPW PKS Jawa timur Ahmadi, Ketua umum DPD PKS Sumenep Rimbun Hidayat, dan Sekretaris DPD PKS Seumenep Manansyah.

HNW menjelaskan peninggalan sejarah dari jejak langkah Syaikhona Kholil patut ditiru dan menjadi inspirasi bagi masyarakat Sumenep.

Terlebih ketika bangsa Indonesa memperingati pengkhianatan PKI, pada bulan September ini.

Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid MA menegaskan para ulama dan umat Islam di berbagai wilayah Indonesia memberi kontribusi besar bagi Indonesia

"Jasa ulama bagi bangsanya sangat besar. Tetapi keselamatan mereka selalu terancam," ungkapnya.

Dia mengatakan zaman sekarang keamanan ulama juga belum sepenuhnya terjaga.

Terbukti masih banyak ulama yang mengalami penyerangan oleh orang-orang tak bertanggung jawab, termasuk ketika mereka menjalankan tugasnya membina masyarakat.

Baik peristiwa pengkhianatan PKI maupun maraknya kasus penganiayaan ulama, kata HNW, menjadikan isyarat bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR masih sangat dibutuhkan.

"Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah hasil kesepakatan seluruh bangsa. Termasuk kesepakatan para ulama dengan kelompok nasionalis sehingga ada titik tengah yang bisa diterima kedua pihak," kata Hidayat lagi.

Sementara itu anggota MPR Fraksi PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, sosialisasi tidak hanya diberikan kepada masyarakat umum.

Namun juga anggota DPR, TNI, Polri dan pejabat dilingkungan eksekutif. Itu artinya seluruh bangsa Indonesia berhak mengikuti sosialisasi MPR.

"Diharapkan, setelah menerima sosialisasi, bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari hari," kata Presiden PKS itu. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »