PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Tanggapi Santai Kicauan Andi Arief, Yusril: Baru Baca Statement-nya Saja Saya Sudah Prihatin

          Tanggapi Santai Kicauan Andi Arief, Yusril: Baru Baca Statement-nya Saja Saya Sudah Prihatin
BENTENGSUMBAR.COM - Pernyataan Ketua DPP Partai Demokrat Andi Arief direspons santai oleh pakar hukum tata negara sekaligus Kuasa Hukum Partai Demokrat kubu Moeldoko, Prof Yusril Ihza Mahendra.

Andi Arief menuding Yusril pindah haluan lantaran mengajukan tawaran Rp 100 Miliar tidak bisa dipenuhi.

Melansir RMOL, Yusril menjawab tudingan dari Andi Arief tersebut dengan santai.

Ia mengatakan, justru pernyataan anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu membuatnya merasa prihatin.

"Baru baca statement-nya (Andi Arief) aja, Saya sudah prihatin," kata Yusril kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu siang, 29 September 2021.

"Persis seperti dibilang Pak SBY di atas (chat whatsApp)," sambung Ketua Umum PBB ini sambil berkelakar menunjukkan meme gambar SBY bertuliskan "Saya Prihatin".

Atas dasar rasa kasihan atau keprihatinannya terhadap Andi Arief itu, Yusril menilai dirinya tidak perlu untuk menanggapi kicauan Andi Arief.

"Kalau sudah prihatin, gimana mau jawab bener tidak bener lagi," demikian Yusril.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter pribadinya, Rabu, 29 September 2021 mengaku heran dengan langkah pakar hukum tata negara Prof Yusril Ihza Mahendra yang pindah haluan karena tawaran yang diajukan tidak dipenuhi Partai Demokrat.

Dalam kicauannya, Andi Arief menyinggung mengenai tawaran dari Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu sebesar Rp 100 Miliar yang tidak bisa dipenuhi Demokrat, sehingga membuat Yusril mendukung Moeldoko.

“Kami cuma tidak menyangka karena Partai Demokrat tidak bisa membayar tawaran anda 100 Milyar sebagai pengacara, anda pindah haluan ke KLB Moeldoko,” kata Andi Arief. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...