PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Arteria Dahlan Tidak Setuju Adanya OTT: Bayangkan Kalau Polisi Kalian Tangkap, Kalau Jaksa Kalian Tangkap, Kalau Hakim Kalian Tangkap, Runtuh Republik

          Arteria Dahlan Tidak Setuju Adanya OTT:  Bayangkan Kalau Polisi Kalian Tangkap, Kalau Jaksa Kalian Tangkap, Kalau Hakim Kalian Tangkap, Runtuh Republik
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menegaskan dirinya paling tidak setuju adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap aparat penegak hukum seperti Jaksa, hakim, dan polisi.

Menurut pria kelahiran 45 tahun silam ini, dengan melakukan OTT terhadap hakim, jaksa maupun polisi tidak bisa menjamin masalah terselesaikan.

“Bayangkan kalau polisi kalian tangkap, kalau jaksa kalian tangkap, kalau hakim kalian tangkap, runtuh Republik. Masih banyak cara-cara untuk memperbaiki mereka,” ujar Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat melakukan kunjungan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa, 12 Oktober 2021, dilansir dari Beritajatim.com.

Arteria menambahkan, pihaknya membuka ruang kepada semua pihak untuk melihat dalam perspektif yang berbeda. Sekarang saja kata Arteria pihaknya menggunakan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) apabila ada kesalahan di birokrasi.

Terkait tim satgas Kejaksaan yang diduga mengamankan Kasi Pidsus Kejari Mojokerto, Arteria berharap komisi kejaksaan dapat melakukan penegakan hukum secara arif.

Menurutnya, Jaksa-jaksa itu mungkin ada kekeliruan tapi harus dibina.

“Harus dijaga kehormatan dan keluhurannya. Karena mereka ini penegak hukum. Mudah-mudahan kita mendapatkan keadilan sekaligus juga ketertiban umumnya juga hadir. Bagaimana kehormatan atas lembaga ini kan wajib dikedepankan,” ujarnya.

Arteria menegaskan bahwa pihaknya bukan membela orang yang korupsi atau menyalahgunakan wewenang, namun di negara hukum modern harus dikesepankan bagaimana menjaga marwah institusi penegak hukum itu memang betul-betul yang utama.

“Menegakan hukum dengan banyak cara. Tidak dengan melakukan perbuatan-perbuatan hukum yang justru kontraproduktif terhadap hal itu,” ujarnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...