PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Lagi Terorisme di Indonesia: Kebanyakan Dibikin-bikin

          Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Lagi Terorisme di Indonesia: Kebanyakan Dibikin-bikin
BENTENGSUMBAR.COM - Baru-baru ini publik dibuat ramai dengan pernyataan politisi Partai Gerindra Fadli Zon yang meminta Densus 88 dibubarkan.

Fadli Zon meminta Densus 88 karena dianggap tidak efisien dan kerap bertindak di luar batas kewajaran dalam menyikapi isu terorisme.

Selain itu, narasi war on terror yang mencuat karena insiden 9-11 di Gedung World Trade Center (WTC) sudah tak lagi relevan di masa kini, terlebih sejak adanya perdamaian antara Amerika Serikat dengan Taliban.

Fadli Zon menegaskan bahwa tak ada lagi terorisme di Indonesia, dan menganggap isu terorisme sudah tak relevan di zaman sekarang.

Fadli Zon mengatakan, isu terorisme kebanyakan merupakan isu yang sengaja dibuat-buat oleh pihak tertentu dengan narasi yang cenderung menyudutkan Islam.

"Terorisme itu tidak ada, terorisme itu kebanyakan dibikin-bikin, dibuat-buat, difabrikasi," kata Fadli Zon sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube tvOneNews pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Fadli Zon juga menegaskan bahwa tidak ada istilah intoleran dalam kamus ajaran Islam maupun di kalangan umat Islam.

Dia juga mengatakan, umat Islam merupakan umat yang sangat toleran terhadap segala perbedaan yang ada di dunia, termasuk perbedaan agama dalam kehidupan bermasyarakat.

"Tidak ada di dalam Islam itu intoleran, semuanya sangat toleran," ujarnya.
Fadli Zon juga berharap agar isu terorisme tak dihembuskan secara terus-menerus karena dianggap menyudutkan pihak-pihak yang tak terlibat di dalamnya.

Dia juga mengatakan, umat Islam hampir selalu menjadi sasaran dalam isu terorisme serta meminta Densus 88 segera dibubarkan karena dianggap berbahaya bagi persatuan dan kesatuan nasional.

"Yang selalu menjadi sasaran hampir 100 persen adalah umat Islam. Ini sangat merugikan menurut saya bagi persatuan dan kesatuan nasional yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa," tuturnya. (Kabarbesuki)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...