PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Faisal Basri Usulkan Tiga Orang Ini Diberhentikan Jokowi, Refly Harun: Berani Sekali

          Faisal Basri Usulkan Tiga Orang Ini Diberhentikan Jokowi, Refly Harun: Berani Sekali
BENTENGSUMBAR.COM - Pakar hukum tata negara Refly Harun menanggapi pernyataan Faisal Basri yang mengusulkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menghentikan tiga orang di lingkar pemerintahan.

Refly Harun mengungkapkan ketiga orang yang diminta Faisal Basri agar dihentikan Jokowi adalah KSP Moeldoko, juru bicara Presiden Ali Ngabalin, dan Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

"Berani sekali apa yang disampaikan Faisal Basri," kata Refly Harun, dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Refly Harun pada Kamis, 14 Oktober 2021.

"Bukan kali ini saja Faisal Basri menyerukan hal ini pada Presiden Jokowi," sambungnya.

Dia mengatakan pernah mendengar hal ini sebelumnya, dan menyebutnya sebagai aspirasi.

Perihal setuju atau tidaknya usulan tersebut akan kembali pada keputusan Jokowi.

"Tapi tentu orang seperti Faisal Basri kan kita kenal kredibilitasnya, kritis, tidak kemaruk jabatan," ujarnya.
"Dan betul-betul membuat sebuah analisis didasarkan pada fakta dan data yang dia peroleh," tambah Refly Harun.

Dia mengatakan jika Faisal Basri mengejar jabatan atau ingin menggantikan maka akan ada balasannya.

Namun, dia yakin ekonom tersebut sangat konsisten dan tidak mempunyai keinginan untuk menjabat.

Baik itu di dalam pemerintahan, atau bahkan sebagai Komisaris di BUMN dia akan menolaknya.

"Pertanyaannya adalah kenapa harus tiga orang ini?" katanya.

Dia menilai ini berkaitan dengan kepercayaan publik terhadap tiga orang tersebut.

Sebagai contoh Moeldoko, dikatakannya bagaimana mungkin seseorang yang dekat dengan lingkar kekuasaan hendak menyerobot partai orang lain.

"Dan ini buruk bagi pemerintahan sesungguhnya," pungkas Refly Harun. (Pikiran Rakyat)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...