PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Gubernur: Sasaran Intervensi Penurunan Stunting Harus Jelas

          Gubernur: Sasaran Intervensi Penurunan Stunting Harus Jelas
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai sasaran intervensi untuk penurunan angka stunting di provinsi itu harus jelas agar upaya yang dilakukan bisa lebih fokus dan terukur.

"Jika sasarannya jelas. Datanya valid maka programnya lebih terarah. Capaian yang bisa didapatkan dalam satu tahun juga bisa terpantau sehingga evaluasi bisa dilakukan dengan cepat," katanya saat menghadiri Presentasi BKKBN dalam Penanganan Stunting di Istana Gubernur, Jumat, 8 Oktober 2021.

Menurutnya sasaran intervensi yang paling tepat itu adalah di nagari karena data tentang kemiskinan yang berkaitan erat dengan stunting itu memang ada di tingkat nagari. Program yang dibuat untuk intervensi juga bisa memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) di nagari seperti bidan, kader PKK, Dasawisma dan kader Posyandu. "Dengan demikian intervensi yang dilakukan itu bisa lebih ril," ujarnya.

Mahyeldi mendukung inovasi yang dilakukan BKKBN Sumbar dengan membuat aplikasi yang memuat data stunting. "Pemrov Sumbar sangat menyambut baik. Sinergi dan koordinasi agar bisa lebih maksimal. Kominfo Sumbar akan memberikan back up sehingga aplikasinya bisa lebih disempurnakan dan bisa diakses setiap waktu," katanya.

Ia menyebut Kominfo Sumbar sudah membuat dan menangani banyak aplikasi sehingga memiliki pengalaman yang cukup luas untuk memberikan dukungan dalam menyempurnakan aplikasi milik BKKBN. "Mudah-mudahan target angka stunting menurun menjadi 14 persen pada 2024 bisa tercapai di Sumbar," katanya.

Kepala BKKBN Sumbar Fatmawati, ST, M.Eng mengatakan sesuai Perpres 72 tahun 2021, BKKBN ditunjuk sebagai ketua pelaksana program penurunan angka stunting. 

Seiring dengan itu BKKBN seluruh daerah di Indonesia diharapkan untuk dapat melakukan inovasi berupa pemetaan intervensi konvergensi penurunan stunting di daerahnya. "Isu stanting ini adalah isu nasional. Sebenarnya sudah ada RPJMN 2014-2019. Namun saat itu angka penurunan stunting per tahun hanya 0,3 persen," katanya.

Dengan laju penurunan yang sangat rendah itu, menjadi tantangan berat bagi semua pihak untuk mewujudkan target stunting menjadi 14 persen pada 2024 karena saat ini masih berada pada angka 27,36 persen. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...