PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Kalau Memang RG Merampok Lahan, ya Dampingi Sentul sebagai Pemilik Sah, DS: Musyawarah kok Sama Mafia Tanah

          Kalau Memang RG Merampok Lahan, ya Dampingi Sentul sebagai Pemilik Sah, DS: Musyawarah kok Sama Mafia Tanah
BENTENGSUMBAR.COM - Di mata Denny Siregar, polemik sengketa tanah antara Rocky Gerung dan Sentul City sebenarnya sudah jelas.

“Lah wong udah jelas gini kok, ngapain @atr_bpn nyuruh musyawarah segala??” kata denny Siregar, Jumat 1 Oktober 2021.

“Kalau memang Rocky merampok lahan Sentul, ya dampingi Sentul sbg pemilik sah. Bukan kemudian disuruh musyawarah segala. Musyawarah kok sama mafia tanah..,” imbuhnya.

Denny pun menjelaskan bagaimana logika argumennya.

“Logikanya gini. ua punya tanah, sertifikat terdaftar di @atr_bpn . Trus ada Roki Gemblung tiba2 bangun rumah disitu. Gua datengin dong, suruh dia pindah. Roki ga mau. Ya gua ambil jalur hukum, somasi. Salah gak gua?? Eh malah disuruh musyawarah sama @atr_bpn. Yg gila siapa??” kata Denny.

Untuk diketahui, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor akhirnya buka suara soal sengketa lahan antara PT Sentul City Tbk dengan aktivitis Rocky Gerung.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor Sepyo Achanto mengatakan bahwa terkait masalah sengketa tanah antara Rocky Gerung dan PT. Sentul City sudah dibahas bersama Pemkab Bogor.

BPN dan Pemda meminta agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara kondusif.

"Kami meminta kedua belah pihak mengedepankan musyawarah mufakat dan mengedepankan kondusifitas daerah," kata Sepyo Achanto kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).

Untuk memastikan terkait tanah yang bersengketa tersebut, BPN akan melakukan inventarisir.

Termasuk terkait warga-warga yang mengaku sudah turun temurun tinggal di tanah yang bersengketa tersebut.

"Nanti setelah inventarisir ketahuan, nanti kita inventarisir semuanya," kata Sepyo.

Dia menuturkan bahwa tanah yang bersengketa ini memang bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT. Sentul City.

Sertifikat HGB tersebut memiliki masa berlaku 20 tahun yang nanti bisa diperpanjang lagi atau tidak oleh si pemilik HGB. Sepyo juga membantah bahwa HGB yang dikeluarkan BPN tersebut palsu.

"Sampai saat ini ada data HGB, sudah ada data lama. Ada datanya, jadi tidak palsu," kata Sepyo.

Meski begitu, demi kondusifitas Kabupaten Bogor, pihaknya bersama Pemda berencana akan mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan duduk bersama pihak-pihak yang bersengketa.

Dengan masyarakat

Selain dengan Rocky Gerung, Sentul City juga bersengketa dengan sejumlah masyarakat yang tinggal di atas tanah garapan di Bojong Koneng tersebut. Mereka mengaku sudah turun temurun tinggal di tanah yang bersengketa tersebut.

Menjawab hal itu, Sepyo menyatakan kebenarannya baru akan diketahui usai BPN melakukan inventaris.

"Nanti setelah inventarisir ketahuan, nanti kita inventarisir semuanya," jelasnya seperti dinukil Tribunnews.

Sengketa lahan antara Rocky Gerung dengan PT Sentul City Tbk

Sebelumnya, PT Sentul City Tbk melayangkan surat somasi kepada Rocky Gerung. Somasi tersebut berisi agar Rocky segera mengosongkan dan membongkar rumahnya di Bojong Koneng, Madang, Kabupaten Bogor.

Somasi yang sama juga disampaikan oleh PT Sentul City Tbk kepada warga sekitarnya.

Dalam kasus Rocky Gerung, Head of Corporate Communication PT Sentul City Tbk David Rizar Nugroho mengatakan, dasar somasi tersebut karena PT Sentul City Tbk adalah pemegang hak yang sah atas bidang tanah bersertifikat SHGB Nomor B 2412 dan 2411 Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang saat ini ditempati oleh Rocky Gerung.

Sementara itu, Rocky Gerung melalui kuasa hukumnya, Haris Azhar, juga mengeklaim bahwa tanah itu adalah milik kliennya sejak 2009. Haris mengatakan, kliennya mendapatkan lahan itu dengan cara yang sah.

Ia juga mengeklaim bahwa kliennya juga memiliki surat keterangan tidak bersengketa yang ditandatangani Kepala Desa Bojong Koneng.

Dalam suratnya, pemilik lama yakni Andi Junaedi menyatakan di bawah sumpah bahwa mempunyai garapan yang terletak di Blok 026 Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11, Desa Bojong Koneng. (Netralnews)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...