PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

MUI Minta Kemenag Dibubarkan, Kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 Disebut Hadiah Bagi NU

          MUI Minta Kemenag Dibubarkan, Kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 Disebut Hadiah Bagi NU
BENTENGSUMBAR.COM – Ketua PP GP Ansor, Sumantri Suwarno mengaku heran dengan pihak yang kontra terhadap pernyataan ‘Kementerian Agama (Kemenag) hadiah bagi Nahdlatul Ulama (NU)’.

Lantas, ia pun menyinggung soal kemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurutnya, kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 dapat dimaknai sebagai hadiah bagi NU.

“Bukan hanya Kemenag, kemenangan Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin juga bisa dimaknai hadiah bagi NU,” kata Sumantri Suwarno melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip Galamedia, Minggu, 24 Oktober 2021.

Terlepas dari itu, ia merasa jika pernyataan ‘Kemenag hadiah bagi NU’ itu hanya dijadikan sebagai pernyataan yang dapat meningkatkan semangat.

“Namanya pidato di acara internal, menyemangati begitu ya sah-sah saja,” tuturnya.

Untuk itu, ia merasa heran dengan adanya protes yang dilayangkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas.

“Pak Anwar Abbas ini kok apa saja diprotes,” ungkap eks Calon Legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Dilansir dari Galamedia, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas telah menyebut Kemenag sebagai hadiah bagi NU.

Pernyataan itu membuat Anwar Abbas merasa kaget sekaligus heran dengan pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Menurutnya, pernyataan itu terkesan seperti tidak menghargai kelompok masyarakat di luar NU.

“Tidak menghargai kelompok masyarakat dan elemen umat lainnya,” ujar Anwar Abbas, 23 Oktober 2021.

Maka dari itu, ia meminta pemerintah untuk membubarkan Kemenag demi mencegah kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kementerian Agama (Kemenag) lebih baik dibubarkan saja karena membuat gaduh,” sarannya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...