PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Mustofa: Pak Ngabalin Mana ya? Kalau Ibu Kota Pindah, Lantas Siapa Mau Naikin Kereta Api Cepat?

          Mustofa: Pak Ngabalin Mana ya? Kalau Ibu Kota Pindah, Lantas Siapa Mau Naikin Kereta Api Cepat?
BENTENGSUMBAR.COM - Politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mempertanyakan keberadaan Ali Mochtar Ngabalin yang sebelumnya menyampaikan pembelaan terkait rencana penggunaan APBN untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Mustofa malah membandingkan dengan rencana pemindahan ibu kota. Nanti kalau pindah, siapa yang mau naik keretacepat.

“Pak Ngabalin mana ya. Kalau nanti Ibukota jadi pindah ke Kalimantan, lantas siapa mau naikin Kereta Api Cepat?” tanya Mustofa Nahrawardaya menyindir.

Sementara sebelumnya, Keputusan Jokowi yang mengizinkan penggunaan APBN pun ditentang oleh sejumlah pihak di Indonesia.

Terkait kritikan tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantos Staff Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa keputusan Jokowi sudah logis. Sebab, ini masuk dalam proyek strategis nasional.

Ngabalin menjelaskan, proyek yang mulanya didanai konsorium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan jalur B2B ini tak diduga akan meleset karena pandemi Covid-19.

“Saya harus katakan, kita tentu tak penah menduga dan menganalisa bahwa RI akan diterpa dengan pandemi luar biasa, di mana seluruh sistem keuangan dan sebagainya terkena imbas,” melalui salah satu program tv, Selasa, 12 Oktober 2021.

Maka dari itu, agar proyek selesai cepat pada waktunya, diputuskanlah oleh presiden untuk menggunakan dana APBN.

“Saya harus jawab terbuka dan transparan, itu adalah penguatan skema pendanaan guna memberi jaminan proyek strategi nasional, supaya bisa cepat selesai tepat pada waktunya,” jelas Ngabalin.

Ngabalin juga menyinggung betapa pentingnya kereta cepat ini untuk rakyat.

Sebab, dalam isu yang sudah masuk dalam proyek strategi nasional, itu merupakan kepentingan yang penting bagi rakyat.

Hal ini dilakukan, lanjut Ngabalin, agar proyek yang sudah ada tidak mangkrak.

“Dalam proyek pelaksanaan kan sudah jalan, untuk bisa jalan kan tidak mungkin bermasalah, ketika kesepakatan dengan pemerintah menetapkan proyek, maka tak boleh lagi meninggalkan proyek-proyek yang mangkrak, karena uang negara habis dengan proyek mangkrak,” ungkapnya.

“Bayangkan kalau dibiarkan, itu uang uang ratusan miliar sia-sia,” pungkasnya dinukil pikiran rakyat. (Netralnews)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...