PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

PKS Protes Libur Maulid Digeser, Faizal Assegaf: Harusnya NU Bersuara Agar Klaim Ormas Toleran Sejalan dengan Sikap

          PKS Protes Libur Maulid Digeser, Faizal Assegaf: Harusnya NU Bersuara Agar Klaim Ormas Toleran Sejalan dengan Sikap
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah menggeser hari libur perayaan Maulid Nabi SAW dari tanggal 19 ke tanggal 20 Oktober 2021. Kebijakan itu, dikritik keras oleh politikus PKS, Hidayat Nur Wahid.

Namun, menurut aktivis sekaligus kritikus Faizal Assegaf, masalah itu seharusnya yang paling terdepan melakukan protes adalah Nahdatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam.

“Soal ginian mesti yang terdepan bersuara PBNU, agar klaim sebagai ormas Islam dan toleran sejalan dengan sikap mereka,” ujar Faizal Assegaf dikutip Twitter-nya, @faizalassegaf, Selasa, 12 Oktober 2021.

Faiza menilai, NU selama ini selalu identik dengan perayaan Maulid Nabi. Sementara PKS selalu dituding anti Maulid Nabi. Tetapi kenyataannya, PKS yang bersuara atas digesernya hari libur perayaan Maulid Nabi.

“Faktanya para ulama besar NU yang ada di PKS yang dituding anti maulid dan intoleran, justru tulus memperjuangan maulid dan toleransi. Jujur, saya yang anti PKS pun malu” kata Faizal Assegaf.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan untuk menggeser libur maulid Nabi Muhammad dari tanggal 19 Oktober ke hari Rabu 20 Oktober tahun 2021.

Alasannya untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Keputusan ini diprotes oleh Hidayat Nur Wahid. Dia mengatakan keputusan itu tidak bijak dan meresahkan masyarakat sebab kondisi COVID-19 sudah membaik.

“Sudah saya suarakan. Dan saya mendukung agar “ketidakbijakan” yg dikeluarkan bulan Juni 2021 itu direvisi Pemerintah, krn meresahkan masyarakat, tak jelas alasannya, juga kondisi sekarang sudah jauh lebih baik. Tapi tak benar hanya muslim saja yang kena, itu juga terhadap Natal dan tahun baru,” tulis Hidayat Nurwahid di akun @hnurwahid.

Kebijakan tanggal 21 Juni yang diutarakan oleh HNW terkait dengan hari libur keagamaan, baik itu natal maupun maulid.

“Waktu itu Covid-19 menuju puncak. Sekarang kondisinya nasional berubah jadi lebih baik, menuju normal. Wajarnya keputusan penggeseran/peniadaan (tanggal libur-red) itu dikoreksi,” ujarnya. (FIN)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...