PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Pria Ngaku Panglima Jenderal Negara Islam Indonesia, Keliling Kampung Ajak Warga Bergabung

          Pria Ngaku Panglima Jenderal Negara Islam Indonesia, Keliling Kampung Ajak Warga Bergabung
BENTENGSUMBAR.COM – Seorang pria didampingi dua orang lainnya mengaku Panglima Jenderal Negara Islam Indonesia (NII) keliling kampung dan mengajak warga bergabung. Video itu terekam di Kabupaten Garut.

Dalam video berdurasi 2 menit lebih itu, panglima jenderal nampak berkeliling Garut untuk merekrut anggora. Dia membawa bendera merah dengan logo bulan dan bintang.
.Ketiga pria tersebut tampak berjalan menyusuri perkampungan hingga kebun. Kemudian, mereka berhenti di depan sebuah rumah.

Pria berbaju merah itu kemudian mengajak untuk masuk NII. Dia mengklaim ajakan itu atas nama PBB.

Seperti diketahui, puluhan warga Garut, diduga dibaiat oleh ajaran NII diberi pembinaan. Jumlahnya sekitar 59 orang.

Densus 88 Anti Teror Polri juga telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama Mohammad Nuruzzaman mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim Badan Litbang dan Diklat untuk berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat melakukan kajian terkait aktivitas rekrutmen NII dalam pengajian masyarakat di Garut.

“Kami memang mendapat informasi terkait rekrutmen itu, dan polanya melalui pengajian. Ini sedang kita kaji dan dalami,” ujar Nuruzzaman di Jakarta.

Nuruzzaman mengatakan hasil kajian ini nantinya akan disampaikan juga kepada Polri, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Menurut Nuruzzaman, Kementerian Agama juga akan melakukan pendampingan kepada sejumlah masyarakat yang telah menjadi korban baiat.

Mereka perlu diberikan edukasi dan pencerahan terkait relasi agama dan negara, serta pentingnya penguatan moderasi beragama. (FIN)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...