PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Profesor Singapura Nilai Jokowi Jenius Dibanding Biden, Rocky Gerung: Jenius Karena Menghalangi Orang Kritik

          Profesor Singapura Nilai Jokowi Jenius Dibanding Biden, Rocky Gerung: Jenius Karena Menghalangi Orang Kritik
BENTENGSUMBAR.COM - Belum lama ini pengamat politik, Rocky Gerung turut buka suara perihal pujian yang diberikan Profesor Singapura, Kishore Mahbubani pada Presiden Jokowi.

Dalam pujiannya, profesor asal Singapura tersebut menyebut Jokowi genius lantaran berhasil mengatasi perpecahan.

Menanggapi hal tersebut, dalam hal ini Rocky Gerung justru mengomentari Kishore yang membandingkan Jokowi dengan Joe Biden.

Menurut Kishore, Joe Biden hingga saat ini belum berhasil mengatasi perpecahan usai Pilpres 2020 AS.

Sementara Jokowi, dinilai Kishore berhasil mengatasi perpecahan Pilpres 2019 dengan rivalnya Prabowo Subianto kini menjadi Menteri Pertahanan.

Atas penilaian Khisore tersebut, Rocky justru menyinggung soal akibat dari bergabungnya Prabowo ke kabinet Jokowi.

Rocky lantas menilai bahwa profesor asal Singapura itu sama saja menganggap Jokowi genius, lantaran ingin menghalangi orang mengkritik dia, dengan cara mengajak rivalnya masuk ke pemerintahan.

"Dengan akibat tidak ada lagi orang yang mengontrol Jokowi. Jadi ini profesor menganggap bahwa genius karena menghalangi orang mengkritik dia," ujarnya yang dilansir Galamedia dari saluran YouTube Rocky Gerung pada Jumat 8 Oktober 2021.

Rocky lalu menyebut profesor yang memuji Jokowi ini seperti lembaga survei yang digaji istana untuk mempromosikan berita baik tentang sang presiden.

Pengamat politik tersebut juga mengungkapkan adanya orang luar yang memberitakan hal baik tentang Presiden RI ke-7 itu menandakan bahwa tak ada berita baik mengenai Jokowi di negara sendiri.

"Saya bacanya ini orang digaji sebetulnya, semacam lembaga survei dari luar yang digaji oleh istana untuk promosikan berita baik," ujarnya.

"Mengapa? Karena tidak ada lagi berita baik dari dalam negeri. Karena itu mesti gaji orang luar negeri untuk memberitahu ada berita baik, yaitu Presiden Jokowi genius," sambungnya.

Publik sempat dihebohkan dengan munculnya pujian terhadap Presiden Jokowi dari seorang profesor asal Singapura.

Profesor yang bernama Kishore Mahbubani itu menilai Jokowi sebagai sosok yang genius.

Hal ini lantaran, Jokowi dianggap bisa mengatasi dengan cepat terkait perpecahan politik usai digelarnya pilpres 2019.

Kishore lantas membandingkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Menurutnya, Joe Biden saja sudah satu tahun menjabat masih belum bisa mengatasi perpecahan yang terjadi akibat Pilpres 2020 di AS. (Galamedia)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...