PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Respons Menag Yaqut, Yusril: Kemenag Bukan Hadiah dari Siapa pun!

          Respons Menag Yaqut, Yusril: Kemenag Bukan Hadiah dari Siapa pun!
BENTENGSUMBAR.COM - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terus menggelinding bak bola liar. Publik pun memberikan respon yang beragam, mulai dari rakyat badarai hingga pesohor negeri.

Salah satunya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menyesalkan pernyataan yang dilontarkan Menag Yaqut Cholil Qoumas soal Kemenag hadiah untuk NU.

Yusril menilai ucapan Yaqut itu sama sekali tak mengandung manfaat. Justru pernyataan itu hanya memicu kegaduhan dan menggoyahkan kerukunan internal umat beragama.

"Ucapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tentang Kemenag bukan 'hadiah' kepada umat Islam pada umumnya, tetapi hadiah khusus untuk NU hanya bikin gaduh saja,” cuitnya lewat akun Twitter @Yusrilihza_Mhd, dikutip Selasa, 26 Oktober 2021.

“Ucapan seperti itu tidak ada manfaatnya bagi kemaslahatan umat Islam dari ormas mana pun juga. Kalau kita gunakan istilah zaman Orde Baru dulu, ucapan Menag itu dapat mengganggu kerukunan internal umat beragama,” jelas pengaca kondang itu.

Yusril juga mengingatkan Yaqut tentang tujuan Kemenag dibentuk. Menurutnya, Yaqut selaku pimpinan Kemenag seharusnya tak melebih-lebihkan suatu ormas keagamaan.

“Salah satu tugas Kementerian Agama adalah menjaga dan memelihara kerukunan internal dan antarumat beragama," ujar dia.

Mantan anggota DPR/MPR RI itu lantas menjelaskan soal keberadaan Kemenag dari sisi hukum tata negara dan sejarah ketatanegaraan Indonesia.

Dia menekankan bahwa Kemenag bukan hadiah untuk pihak tertentu, melainkan konsekuensi logis dari negara berdasarkan Pancasila.

"Bagi saya yang mempelajari hukum tata negara dan sejarah ketatanegaraan RI, keberadaan Kementerian Agama itu bukanlah 'hadiah' dari siapa pun. Keberadaan Kementerian Agama itu adalah konsekuensi logis dari negara berdasarkan Pancasila yang kita sepakati bersama," tegasnya, dilansir dari Jitunews. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...