PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Sebut Anies Baswedan Pintar Olah Kata, Ferdinand: Dia Tukang Ngibul

          Sebut Anies Baswedan Pintar Olah Kata, Ferdinand: Dia Tukang Ngibul
BENTENGSUMBAR.COM – Eks politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut bahwa gagasan adalah yang penting dan jangan diremehkan.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Kamis 7 Oktober 2021, melontarkan sindiran keras terhadap pernyataan Anies Baswedan itu.

Menurutnya, Anies adalah tukang ngibul, pendusta, pembohong bahkan penipu lantaran pintar mengolah kata.

“Pendusta, Pembohong, Tukang Ngibul dan Penipu ada karena KEPINTARAN MENGOLAH KATA..!!,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Menurut Ferdinand, pernyataan Anies tersebut berbeda halnya dengan kata-kata bijak yang memang tidak boleh diremehkan.

“Beda dengan kata-kata bijak yang mmg tidak boleh diremehkan,” ungkapnya.

Mengutip Bisniscom, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan bahwa dirinya ingin menjadi pejabat publik yang memastikan pembangunan yang dikerjakan menjunjung tinggi asas keadilan.

“Begitu memulai (masa kepemimpinan) kami ingin memastikan bahwa pembangunan yang dikerjakan di Jakarta sebagai aspirasi politik yang memiliki urutan benang,” kata Anies.

Hal itu disampaikan Anies Baswedan dalam workshop nasional DPP PAN di Bali yang ditayangkan kanal YouTube PAN TV.

Lebih lanjut, Anies menilai penting membahas paradigma atau nilai saat berbicara tentang Jakarta.

“Seringkali kita hanya berbicara di level ketiga yaitu karya, padahal sebelum itu ada gagasan dan narasi. Apabila tidak ada kedua itu, maka karya tidak ada gunanya,” tuturnya.

Gagasan, menurut Anies Baswedan, merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan dan tidak baik bila diremehkan fungsinya.

“Gagasan itu penting jangan meremehkan gagasan, bentuknya (gagasan) memang kata-kata yang seringkali dianggap tidak penting. Jika tidak ada kata, maka tidak ada kitab suci, pidato, dan pesan. Karena gagasan berarti memunculkan narasinya baru setelah itu karya,” ujarnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...