PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur, Pengamat Kritik Pedas Herzaky Demokrat

          Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur, Pengamat Kritik Pedas Herzaky Demokrat
BENTENGSUMBAR.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menyoroti pernyataan Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra saat konferensi pers partainya.

Dalam konferensi pers itu, Herzaky menyebut Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri menggulingkan Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Sangat tidak baik Herzaky Juru Bicara Partai Demokrat mengatakan hal tersebut," kata Fernando, Ahad, dilansir dari GenPI.co.

Fernando mengatakan, berdasarkan UUD 1945, pada saat itu yang berhak menjatuhkan presiden dari jabatannya ialah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Adapun, MPR saat itu dipimpin oleh Amien Rais yang merupakan tokoh poros tengah.

"Jadi, sangat keliru pernyataan Herzaky yang menuduh kalau Gus Dur dilengserkan oleh Megawati dari jabatan presiden," katanya.

Pengamat ini mengatakan, ada kesan pernyataan Herzaki tersebut sangat tendensius ingin menyudutkan Megawati dengan menggunakan kalimat menggulingkan Gus Dur dari posisi presiden.

"Pernyataan Herzaky bisa mendapatkan tanggapan serius dari kader Megawati dan PDIP," kata Fernando.

Sebelumnya, Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra menggelar konferensi pers dengan tajuk Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat Vs Moeldoko Berkoalisi dengan Yusril pada Minggu (3/10).

Herzaki awalnya menjawab soal tudingan AD/ART Demokrat 2020 yang dianggap siluman dan dugaan manipulasi pendiri dari 99 ke 2 orang.

Herzaky mengatakan semua sudah berjalan sesuai tata terbit yang berlaku, baik AD/ART maupun UU Parpol.

Soal manipulasi pendiri, Herzaky menegaskan founding father memang Susilo Bambang Yudhoyono dan Ventje Rumangkang.

"Partai Demokrat ini berdiri dimulai ketika Pak SBY waktu itu di MPR ketika ada pemilihan wakil presiden dari Ibu Megawati yang baru saja menggulingkan Bapak Gus Dur," imbuhnya.

Ketika itu ada dua calon, yakni Hamzah Haz dan SBY. SBY pada saat itu kalah.

Dari situ kemudian ada diskusi beberapa sahabat SBY, termasuk Ventje Rumangkang yang mengatakan SBY punya potensi luar biasa jadi pemimpin nasional, tetapi untuk mewujudkannya butuh partai politik. Menurutnya, di situ awal ide membuat Partai Demokrat. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...