PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Selain Mangkrak, Ibas Desak Audit Proyek Kereta Cepat, Netizen: Mentalitas Politikus, Orang Kotor Nunjuk Orang Lain Kotor

          Selain Mangkrak, Ibas Desak Audit Proyek Kereta Cepat, Netizen: Mentalitas Politikus, Orang Kotor Nunjuk Orang Lain Kotor
BENTENGSUMBAR.COM - Selain mempersoalkan proyek yang mengkrak, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga mendesak agar pembangunan kereta cepat Bandung-Jakarta diaudit.

Namun, di sosial media, pernyataan Ibas ramai ditanggapi warganet. Tak sedikit yang justru mencibir Ibas seperti tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 12 Oktober 2021.

MLT: “Dengarlah wahai rakyatku.....”

Ruswan Efendi: “Hambalang juga diaudit jg dong.”

Uchi Abdillah: “Ayam berkokok tnda bertelur.”

Virman: “Slama pencapaian/keberhasilan direjim ini adalah atas kerja keras presiden terdahulu.jkw hnya gunting pita doang gk pnya prestasi apa2.”

Jejak Langkah: “begini lah mental para politikus Indonesia, orang kotor nunjuk ke orang lain kotor.”

Untuk diketahui, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebelumnya menyarankan agar dilakukan audit dan review menyeluruh terhadap Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Ibas merasa hal itu perlu dilakukan agar tak ada penyalahgunaan investasi hingga biaya proyek membengkak.
Ia mengatakan itu sebagai respons terhadap membengkaknya biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Rp27,17 triliun menjadi 113,9 triliun.

Ditambah lagi, muncul usulan agar ada aliran dana tambahan sebesar Rp4,1 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) 2022.

“Sebaiknya dilakukan audit dan review yang menyeluruh agar tidak ada penyalahgunaan investasi hingga bengkak,” kata Ibas pada Senin, 11 Oktober 2021, seperti dilansir dari VIVA.

“Fiskal negara tidak bisa terlalu banyak hanya untuk Penyertaan Modal Negara terus-menerus,” tambahnya.

Putra bungsu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga mengingatkan akan pentingnya perhitungan cost dan benefit bagi BUMN.

Ia berharap agar program itu tidak berakhir lebih dalam pembiayaan yang akhirnya bisa menjadi mangkrak.

Sebelumnya, Ibas juga sudah pernah membahas keberlangsungan program yang sudah dicanangkan sebelum masa pemerintahan Jokowi dan disebut sebagai program “gunting pita”.

Ibas berharap program-program yang sudah direncanakan jauh-jauh hari dan sudah ada sejak era SBY bisa dikebut dan segera selesai.

“Jujur, kita ini ingin ‘gunting pita presiden’ ini terus berlanjut, apalagi kalau pita-pita yang digunting itu merupakan program prioritas. Ya, tidak hanya Jembatan Merah Putih di Ambon, kalau bisa itu kereta cepat juga selesai,” ujarnya.

Ibas mengaku pernah meninjau langsung proyek pembangunan kereta cepat bersama Komisi VI.

Meski menuai pro dan kontra, dia yakin rakyat akan senang jika proyek ini cepat selesai.

“Atau trans-Sumatra, misalkan, yang sudah banyak dibahas. Saya juga bermimpi, mewakili Dapil VII Jatim, proyek Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur itu bisa selesai. Hingga saat ini pembiayaan untuk JLS saja belum jelas,” kata Ibas. (Netralnews)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...