PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Soal Kemenag Hadiah Khusus untuk NU, Lukman Hakim: Rendahnya Pengetahuan Sejarah Pejabat Kita

          Soal Kemenag Hadiah Khusus untuk NU, Lukman Hakim: Rendahnya Pengetahuan Sejarah Pejabat Kita
BENTENGSUMBAR.COM - Yaqut Cholil Qoumas yang merupakan Menteri Agama Republik Indonesia kini mendapatkan banyak kecaman terkait pernyataannya dalam sebuah webinar.

Pernyataan tersebut menjadi viral di kala Menteri Agama mengungkapkan bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah dari negara untuk NU.

"Karena Kementerian Agama itu adalah hadiah dari negara untuk NU," ungkap Yaqut dalam webinar tersebut, seperti dilansir Kabar Besuki dari Youtube TvOneNews.

Sontak pernyataan tersebut memicu polemik di masyarakat luas, ada banyak yang tidak menyetujui akan apa yang diucapkan oleh Yaqut tersebut.

Hal ini terlihat dari banyaknya pengguna twitter yang ramai membicarakan Yaqut dalam tagar "Pecat Yaqut".

Dalam pernyataan tersebut Yaqut juga mengungkapkan bahwa hal yang wajar jika saat ini NU memanfaatkan banyak peluang di Kementerian Agama.

"Jadi wajar kalau sekarang NU itu memanfaatkan banyak peluang di Kementerian Agama," kata Yaqut.

Menanggapi hal tersebut Lukman Hakim yang merupakan peminat sejarah bangsa dan Islam ikut menyuarakan pendapatnya dalam Forum News Network di kanal Youtube milik Hersubeno Arif.

Dalam chanel tersebut pembahasan yang perbincangkan dalam video tersebut diberi judul: "KLAIM KEMENAG HADIAH KHUSUA UNTUK NU | MENAG YAQUT KONYOL DAN MEMALUKAN," judul video tersebut.

Dalam paparannya, Lukman Hakim sangat menyayangkan ucapan dari Menteri Agama tersebut.

"Saya prihatin melihat rendahnya pengetahuan sejarah para pejabat kita," ungkap Lukman dalam Youtube Hersubeno Point.

Ia juga sempat menerangkan bahwa Kementerian Agama adalah milik semua rakyat Indonesia dan bukan milik perseorangan ataupun lembaga.

"Negara ini untuk kita semua, bukan untuk NU ataupun yang lainnya," kata Lukman Hakiem. (Kabarbesuki)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...