PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Suara Lantang Refly Harun: Pemimpin Itu Harus Bisa Menjadi Contoh

          Suara Lantang Refly Harun: Pemimpin Itu Harus Bisa Menjadi Contoh
BENTENGSUMBAR.COM - Refly Harun angkat suara terkait sikap Mensos Risma yang marah-marah.Rapat bersama pejabat Provinsi Gorontalo terkait bansos akhirnya disorot ahli hukum tata negara itu.

"Pemimpin itu harus bisa menjadi contoh," ujar Refly Harun, dilansir dari GenPI.co, Senin, 4 Oktober 2021.

Tidak hanya itu, menurut Refly, sikap Risma yang acap kali menampakkan kemarahannya tidak pantas ditiru alias bukan contoh yang baik.

"Marah itu bukan contoh baik," lanjutnya.

Dirinya lantas menilai sikap emosional Risma menunjukkan bahwa mantan wali kota Surabaya tersebut tidak memiliki kemampuan dalam berkomunikasi sekaligus menjalankan programnya.

"Justru hal tersebut menunjukkan ketidakmampuan berkomunikasi atau ketidakmampuan mengeksekusi program secara baik," tandasnya.

Di sisi lain, Pengamat politik Agung Nugroho dari Rekan Indonesia mengatakan bahwa sikap Risma terlalu personal.

Dirinya juga mengatakan bahwa pemimpin tidak patut bereaksi berlebihan. Apalagi sampai mengungkapkan kemarahannya.

"Pemimpin itu tidak harus marah-marah dan reaksioner," ujarnya.

Dirinya lantas menilai sikap Risma mirip dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang tempramental.

Menurutnya, sikap emosional seperti itu membuat suasana menjadi semakin keruh dan tidak solutif.

"Warga DKI sudah pernah punya pengalaman di pimpin oleh pemimpin yang suka marah-marah dan kotor kata-katanya, efeknya adalah suasana DKI yang tidak kondusif dan selalu gaduh," tandasnya.

Di sisi lain, Peneliti Centra Initiative Erwin Natosmal Oemar menilai sikap Risma menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, sosok menteri tidak sepatutnya hal tersebuti di hadapan publik. Terlebih lagi, menurut Erwin, Risma acap kali melakukan teguran teras secara berulang-ulang.

"Hal itu akan meruntuhkan motivasi dan semangat para PNS yang akan bekerja," tuturnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...