PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Bersama William Wongso, Puan Maharani Bahas Makanan Kesukaan Bung Karno

          Bersama William Wongso, Puan Maharani Bahas Makanan Kesukaan Bung Karno
Bersama William Wongso, Puan Maharani Bahas Makanan Kesukaan Bung Karno
BENTENGSUMBAR.COM - Baru-baru ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani berjumpa dengan pakar kuliner senior, William Wongso. Keduanya menikmati kuliner khas Jawa Timur yang menjadi favorit sang kakek, Bung Karno. 

Melalui akun Instagramnya, Puan Maharani membagikan momen tersebut sembari menceritakan tentang makanan. 

"Kemarin saya meluangkan waktu untuk makan siang bersama pakar kuliner @williamwongso dan menjajal makanan khas Jawa Timuran, yang juga menu favorit kakek saya," tulisnya.

Puan juga menuliskan kalau kebhinekaan sesungguhnya bisa ditemukan di mana saja, termasuk lewat makanan daerah.

"Kebhinekaan dapat kita temukan dimana saja, termasuk masakan khas daerah yang beraneka ragam. Hal itu jadi ciri khas Indonesia. Saat ini makanan khas Indonesia banyak ditinggalkan anak muda, padahal selain memiliki gizi tinggi hidangan tersebut punya cita rasa yang unik dan enak," jelasnya. 

Mengenal Mustika Rasa, Kitab Kuliner Indonesia Warisan Presiden Soekarno

Tak banyak yang tahu kalau Presiden Soekarno ternyata memiliki buku berjudul Mustika Rasa. 

Singkat cerita, ketika menjelang Kemerdekaan RI, dia meninggalkan sebuah warisan berupa buku resep masakan Nusantara. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 1967 silam.

Saat Indonesia merdeka, tugas Soekarno kala itu adalah mengkampanyekan kesatuan dalam kebhinekaan, salah satunya melalui makanan. Namun, sayangnya tidak banyak pendokumentasian terkait kekayaan makanan Indonesia dilakukan secara menyeluruh. 

Malahan terkait dokumentasi kuliner ini dilakukan ketika zaman Belanda. Menurut catatan, Pemerintah Hindia Belanda pernah meluncurkan buku berjudul "Groot Nieuw Volledig Oost-Indisch Kookboek" yang ditulis oleh JMJ Catenius van der Meyden pada 1902. Buku tersebut memuat 1.300 kuliner di Hindia-Belanda yang diperuntukan untuk para perempuan Belanda.

Pada 1964, Soekarno mengutus sang istri Hartini, untuk merangkum buku Mustika Rasa. Mulai dari pamong praja tiap desa, ahli kuliner, hingga ahli gizi dikumpulkan oleh Soekarno dan ditugaskan untuk merangkum buku miliknya itu. 

Mustika Rasa memiliki tebal 1.123 halaman. Dalam buku tersebut, membuat cerita tentang bagaimana tata dapur yang baik, gizi, jajanan, cara melipat ketupat yang baik, dan lain sebagainya. 

Nah, berhubung buku tersebut sudah lama terbit dan  sulit ditemui wujudnya, untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner khas zaman Bung Karno, JJ Rizal akhirnya merilis kembali buku yang satu itu. Pada 2016, dia menggaet Komunitas Bambu untuk bekerja sama melahirkan kembali buku itu.

Bagi JJ Rizal, membaca buku Mustika Rasa seakan membuka kembali resep yang hanya diketahui oleh nenek-nenek kita saja. Lebih dari itu, buku tersebut juga banyak membuat tentang makanan Indonesia. 

Bung Karno di Mata William Wongso

Pakar kuliner William Wongso pernah mengungkapkan kalau Presiden Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno merupakan sosok yang memiliki kepekaan terhadap aneka ragam kuliner Nusantara. Oleh karena, dia tak heran kalau Bung Karno menggunakannya untuk ajang diplomasi.

William Wongso juga mengatakan bahwa sebelum tahun 1967, Bung Karno rupanya sudah mulai melakukan diplomasi gastronomi melalui kuliner Nusantara sebagai pemersatu bangsa. Dengan kata lain, melalui makanan, kita bisa tahu bagaimana menggambarkan citra bangsa di mata negara-negara lainnya yang ada di seluruh dunia. 

Hal ini dibuktikan ketika gelaran Konferensi Asia Afrika. Bung Karno dengan bangganya memperkenalkan menu Sate Ayam untuk  dihidangkan kepada para perwakilan dari berbagai negara.

Menurut William Wongso, diplomasi gastronomi yang saat ini sudah mulai kembali digaungkan oleh pemerintah sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh Bung Karno. Bahkan, hal itu ditegaskan dengan Bung Karno yang menandai setiap makanan lengkap dengan nama daerahnya, atau yang sekarang dikenal dengan istilah Geographical Identification. 

Bagi William Wongso, Bung Karno juga disebut sebagai sosok yang sangat visioner. Dia sangat peduli terhadap makanan daerah yang sudah tidak bisa diragukan lagi. 

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...