PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Duet Puan Maharani-Anies Baswedan di Pilpres 2024, Pengamat: Pasangan “All-in-one”

          Duet Puan Maharani-Anies Baswedan di Pilpres 2024, Pengamat: Pasangan “All-in-one”
Duet Puan Maharani-Anies Baswedan di Pilpres 2024, Pengamat: Pasangan “All-in-one”
BENTENGSUMBAR.COM - Wacana duet Puan Maharani dan Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024 telah lama mengemuka dan kini gemanya kian terasa. Tak hanya publik, sederet pengamat politik melihat potensi duet yang cukup kuat. Pasalnya, Puan-Anies disebut-sebut pasangan all-in-one karena memadukan karakter negarawan, cendikiawan, dan agamawan.

Ketika pertama kali narasi tersebut marak dibicarakan publik dunia maya, pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing sudah pernah memaparkan analisisnya. 

Dia melihat duet Puan-Anies bisa saja terjadi karena secara latar belakang figur, dia memandang keduanya memiliki potensi kekuatan untuk bisa maju.

“Karena disitu saya melihat mengkombinasikan dua kekuatan dengan background mereka. Antara religius dan nasionalis,” tutur Emrus, baru-baru ini.

Hal serupa disampaikan juga oleh Pengamat Politik Zaki Mubarak. Dia beranggapan pasangan Puan Maharani dan Anies Baswedan masuk akal. Pasalnya, dia menilai setiap calon harus berkoalisi antara partai politik.

“Sebab, yang diperlukan para kandidat adalah memperluas ceruk pemilih, sehingga koalisi antar parpol sangat penting," ucap akademisi  dari Universitas Esa Unggul itu. 

Lebih dari itu, lanjut Zaki, Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mendapatkan dukungan yang sangat kuat oleh PKS.Saat berpasangan dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, yang merupakan kader dari PDI Perjuangan, bisa memiliki dua kekuatan.

"Yang satu pemilih Islam dan satunya nasionalis," ujarnya.

Meski demikian, dia mengakui bahwa yang menjadi tugas berat adalah mempersatukan kedua partai, yakni PKS dan PDI Perjuangan yang disebut Zaki sebagai tikus dengan kucing.

Menghilangkan polarisasi

Pilpres 2019 boleh dikatakan sebagai Pilpres terpanas sepanjang sejarah Indonesia. Polarisasi dalam masyarakat begitu ketara dan seringkali meruncing. Gesekan antara dua kubu ketika itu seakan tak terhindarkan. 

Kondisi tersebut, menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul bisa dihindari pada Pilpres 2024. Ada kemungkinan untuk mengakhiri polarisasi di akar rumput dengan duet Puan-Anies.

“Duet Anies Puan kemungkinan besar terjadi. Ini tak lain karena untuk mengakhiri polarisasi dan pembelahan di akar rumput. Istilah cebong kampret ini masih belum mereda secara keseluruhan, walau pasca bergabungnya Prabowo ke kabinet,” kata Adib pada Jumat, 19 November 2021.

Menurut Adib, untuk mengakhiri polarisasi di tengah masyarakat yang terbelah imbas Pilpres 2014 dan 2019, maka pasangan Anies Baswedan dan Puan Maharani bisa menjadi kekuatan untuk menghilangkan polarisasi. Apalagi hingga kini belum ada yang bisa menyelesaikan masalah polarisasi.

Selain itu, pada Pilpres 2024 nanti, Adib memandang Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi sosok king maker. Dia menyebut, sangat memungkinkan pula Jokowi akan merestui duet Puan-Anies, dengan berbagai pertimbangan.

Pertimbangan itu, menurutnya, yakni Jokowi memiliki tanggung jawab moral untuk mengakhiri polarisasi dan menjadi satu pembuktian loyalitas sebagai petugas partai PDI Perjuangan mendukung Puan Maharani.

“Saya melihat Jokowi akan mengakhiri polarisasi ini. Bukti jelas, ketika dia mengajak Prabowo masuk ke kabinet,” ujar dia.

Tak ada yang tak mungkin

Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi membeberkan analisisnya soal wacana Puan Maharani maju berpasangan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

“Tentu ini menjadi pertimbangan, karena upaya untuk menaikkan elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitasnya yang akan kalah bersaing dengan calon lain,” kata Asrinaldi.

Dia juga menyebutkan tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia politik. Segala kemungkinan bisa terjadi.

“Contohnya dahulu banyak orang yang tidak menyangka Joko Widodo jadi presiden,” lanjutnya.

Selain itu, dia juga berpendapat saat ini di Indonesia belum ada pemilih yang setia dengan ideologis partai. Para pemilih masih melihat sosok yang tepat untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Misalnya dalam konteks ini PDIP Perjuangan dengan wong cilik-nya kemudian akan konsisten dengan itu tidak juga, pemilih, kan, melihat figur juga,” papar Asrinaldi.

Dosen ilmu politik itu menjelaskan Anies Baswedan memiliki segmen pemilih yang berbeda dengan Puan Maharani. Terlebih lagi, saat ini orang nomor satu di ibu kota itu tidak menjadi kader partai manapun.

“Anies dalam konteks ini masih tidak dimiliki oleh partai manapun, jadi saya pikir bisa saja dan mungkin saja, ya,” ucapnya. 

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...