PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Gegara Pernyataan Jenderal Andika Perkasa, Moeldoko dan Dudung Abdurachman Jadi Sasaran 'Serangan'

          Gegara Pernyataan Jenderal Andika Perkasa, Moeldoko dan Dudung Abdurachman Jadi Sasaran 'Serangan'
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Sekretaris Kabinet di masa Kabinet Indonesia Bersatu II, Dipo Alam mengapresiasi pernyataan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengaku tidak ingin TNI mengambil tugas lembaga lain.

Dipo menilai hal itu berbeda dengan Panglima TNI sebelumnya, yang berani membegal partai. Hal itu dimaksudkan kepada Jenderal (purn) Moledoko.

"Bagus... yg ada contoh ngak baik..ya panglima tni yg lalu 'begal partai orang lain?'...ya ngak?...," ujar Dipo Alam melalui akun Twitter @dipoalam49, Sabtu, 6 November 2021.

Terkait hal itu, netizen menilai perlu diawasi pergerakan TNI di masa kepimpinan Jenderal Andika untuk mengetahui kepastiannya.

"kita akan lihat pak, langkah dan kebijakan yang akan diambil oleh pa AP akan kearah mana, jalan masih panjang," ujar @sktdwrjo·

Sementara netizen lain terkesan menyindir Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman saat menjadi Pangdam Jaya.

"Semoga tidak ada jadi sat pool PP tui nurunkan BalaiHo lagi," ujar @jimdod108.

Sebelumnya Jenderal Andika Perkasa mengaku tak ingin militer mengambil tugas lembaga atau kementerian lain dan tetap berpegang pada perundangan.

Hal itu disampaikan Andika saat membuka penyampaian visi misinya dalam uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Sabtu, 6 November 2021.

"Bagaimana mengembalikan tugas, yang kita lakukan ini dengan bener-bener berpegang peraturan perundangan. Jangan kelebihan. Dan harapan saya juga tidak akan mengambil sektor kementerian atau lembaga lain," katanya.

Ia mengaku dirinya menginginkan militer menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang TNI. Dia juga mengeluh, meski tugas TNI telah diatur undang-undang, implementasinya memiliki banyak kelemahan.

"Tugas yang kami laksanakan selama ini sudah diatur UU, detailnya implementasinya banyak kelemahan. Itu yang menjadi prioritas utama saya," kata dia. (Galamedia)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...