PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Keras! Ustaz Felix Siauw Sebut Rakyat Makin Susah di Masa Pandemi: Bantuan Dikorupsi, Tes PCR Dibisnisin

          Keras! Ustaz Felix Siauw Sebut Rakyat Makin Susah di Masa Pandemi: Bantuan Dikorupsi, Tes PCR Dibisnisin
BENTENGSUMBAR.COM - Belakangan ini heboh mengenai isu sejumlah menteri terlibat bisnis PCR.

Sontak hal itu membuat masyarakat berikan kritikan pedas, pasalnya bagaimana mungkin di tengah wabah Covid-19 ini ada oknum yang tega berbinis.

Kritikan itu juga sempat dilayangkan oleh Ustaz Felix Siauw di akun Twitter-nya, pada Rabu, 3 November 2021.

Menurut Felix Siauw, nasib masyarakat semakin sulit di tengah pandemi Covid-19 ini.

Terlebih lagis beberapa waktu lalu, sosok eks mensos sempat terseret kasus korupsi bantuan sosial Covid-19.

"Saat bagi bantuan, dikorupsi. Tes PCR dibisnisin. Di masa pandemi, kita makin susah, mereka tambah kaya. Terus kita disuruh percaya," tulisnya, melansir Poskota.co.id

Sebelumnya, beredar isu jika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diduga terlibat dalam bisnis PCR.

Sejumlah pihak juga menuding jika Luhut memiliki kaitan bisnis pada PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Terkait hal itu, Luhut kabarnya memang mendapatkan ajakan oleh beberapa kelompok pengusaha untuk membentuk GSI.

Namun, pembentukan GSI dilakukan bukan untuk mencari untung di masa pandemi, melainkan hanya untuk penyediaan tes Covid-19.

Salah satu pihak yang mengkritisi hal ini adalah kelompok relawan Joko Widodo yang tergabung dalam Jokowi Mania (Joman).

Ia tampak murka mendengar adanya dugaan keterlibatan menteri, politisi, dan konglomerat dalam pengadaan PCR.

Ketua Joman, Immanuel Ebenezer menegaskan semua ini harus diungkap jelas, dan harus dipertanggungjawabkan, karena menyangkut kesejahteraan masyarakat.

Nantinya, Joman menegaskan akan merilis nama-nama pejabat dan pengusaha terkait yang bertanggung jawab dengan mahalnya harga PCR di Indonesia beberapa waktu lalu. Ia pun akan membawa bukti-bukti itu ke lembaga hukum.

Selain Luhut nama yang diduga ikut terseret adalah Menteri BUMN, Erick Thohir, beredar kabar jika PT GSI muncul karena dikembangkan oleh PT Yayasan Adaro Bangun Negeri yang miliki keterkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Perlu diketahui Boy Thohir yang tak lain adalah saudara dari Erick Thohir juga ikut memiliki saham di dalamnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...