PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Mantan Teroris Kuliti Borok dan Bahayanya MUI: Mereka Bukan Kumpulan Ulama, Tapi…

          Mantan Teroris Kuliti Borok dan Bahayanya MUI: Mereka Bukan Kumpulan Ulama, Tapi…
Mantan Teroris Kuliti Borok dan Bahayanya MUI: Mereka Bukan Kumpulan Ulama, Tapi…
BENTENGSUMBAR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belakangan jadi sorotan publik lantaran salah satu anggotanya ditangkap Densus 88 anti teror atas dugaan terlibat jaringan teroris.

Menanggapi hal tersebut, mantan teroris yang juga pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengakatan bahwa dirinya tidak kaget soal penangkapan salah seorang anggota MUI Pusat.

Ken Setiawan mengungkapan bahwa dirinya sejak lama memang sudah mencurigai bahwa ada oknum MUI yang sebenarnya terpapar paham radikalisme dan terorisme.

Dia menilai, adanya anggota MUI yang berkiblat pada jaringan terorisme itu bisa jadi karena beberapa waktu lalu belum dilakukan penindakan yang tegas. Mengingat dalam prosedur penangkapan harus memenuhi berbagai persayaratan dan unsur lainnya.

“Mungkin dahulu belum ditindak karena belum memenuhi unsur tindak pidana terorisme,” katanya, dalam keterangannya dikutip Hops dari JPNN pada Rabu, 17 November 2021.

MUI bukan berisi sekumpulan ulama

Lebih lanjut Ken Setiawan juga mengatakan, pernyataannya tentang adanya oknum MUI yang terindikasi terlibat jaringan radikalisme kerap dibantah.

Hal itu lantaran, MUI kerap dianggap sebagai perwakilan para ulama yang berisi orang-orang saleh sehingga sangat dihormati.

Padahal sepengelihatannya, MUI bukana berisi sekumpulan ulama melainkan perkumpulan dari organisasi massa berbasis Islam.

“Menurut saya, MUI bukan perkumpulan ulama, tetapi perkumpulan perwakilan ormas Islam,” tegas Ken Setiawan.

Oleh sebabnya Ken Setiawan tidak heran apabila di tubuh MUI memang ada sejumlah anggota yang berpaham radikal. 

Namun sayangnya, anggota MUI yang lain justru seakan tidak bisa berbuat banyak.

“Uniknya, anggota MUI yang lain tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Penanganan terorisme di Indonesia masih lemah

Dia lantas memaparkan, hukum dalam memberantas dan penanganan terorisme di Indonesia sejauh ini masih lemah.

Alasannya, kata Ken Setiawan, seseorang belum bisa dijerat dengan UU Antiterorisme jika belum melakukan tindakan yang mengarah pada terorisme.

Dia pun berharap agar pemerintha semakin serius dalam memberantas orang-orang atau pihak lainnya yang berpaham radikalisme dan bertentangan dengan Pancasila.

“Saya berharap pemerintah segera membuat regulasi yang melarang semua paham yang bertentangan dengan Pancasila,” ungkapnya.

Terlebih radikalisme merupakan benalu ibarat duri dalam daging. Sehingga kalau pemerintah tidak tegas, maka jangan heran kalau nantinya bakal merajalela dan menyusup ke berbagai kalangan lain.

“Mereka itu duri dalam daging, kalau pemerintah tidak tegas, akan makin merajalela, karena sudah menyusup ke semua kalangan,” imbuhnya. (Hops)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...